19 Tahun Kota Cilegon, Kalangan Industri Apresiasi Pembangunan dan Pelayanan yang Makin Baik

CILEGON INDUSTRI

CILEGON – Di usianya yang Ke-19 tahun Kota Cilegon, kalangan industri turut memberikan sumbangsih atau urun pemikirannya terhadap berjalannya pembangunan yang selama ini berjalan di kota baja tersebut.

Semakin maju dan berkembangnya Kota Baja ini, tentu memiliki catatan tersendiri dalam perjalanannya.

Seperti yang diungkapkan oleh General Affair PT Indorama Petrochemical MH Jhoni kepada faktabanten.co.id, Senin (30/4/2018). Sebagai pelaku industri pihaknya mengucapkan selamat HUT Cilegon Ke-19, dan berharap momentum ini menjadi sarana introspeksi untuk menjadikan Kota Cilegon lebih baik kedepannya.

Pembangunan dan pelayanan pemerintah terhadap dunia industri, dirasakan semakin lebih baik.

“Pertama kita ucapkan selamat dulu, buat kita semua. Melihat banyaknya perkembangan industri baru di Cilegon khususnya, tentu ini menjadi indikator tertariknya para investor. Salah satu faktornya kemudahan berinvestasi, bukan berarti kesulitan itu tidak ada, tapi masih dalam batas toleransi,” kata MH Jhoni saat berbincang dengan Fakta Bante.

Jhoni melanjutkan, selama ini dirinya dalam mengurus perizinan dan administrasi perusahaan, mendapatkan pelayanan yang baik dan dimudahkan oleh Pemkot Cilegon.

“Pengalaman saya selama ini pelayanan administrasi pada industri dari aparat pemerintahan sudah oke. Sesuai dengan yang dicanangkan dalam konsep satu pintu di Dinas Penanaman Modal itu,” ungkapnya.

Jhoni juga menilai, sejauh ini dalam hal program-program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemkot Cilegon, sudah sangat sesuai dengan kebutuhan.

“Saya melihat itikad baiknya ya, dengan dibukanya Jalur Utara (Jalan Lingkar Utara) itu cukup baik ya membantu industri nantinya. Sebelumnya juga dibuat JLS (Jalan Lingkar Selatan), jadi pembangunan sebenarnya berjalan, tinggal penertibannya saja,” jelasnya.

Jhoni juga mengapresiasi atas capaian APBD Kota Cilegon di tahun 2018 ini yang sudah mencapai hampir 2 Triliun. Namun ia berharap transparansi alokasi anggaran, agar pembangunan lebih baik untuk masyarakat.

“Melihat Cilegon tentu harus banyak mendengar pendapat masyarakat. Atau mungkin masyarakat yang tidak tahu. APBD yang 1,9 T itu bagaimana peruntukannya, sejauh mana alokasinya harus publikasi,” tukasnya. (*/Angga)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *