HUT ke-492, Kemiskinan Kabupaten Serang Terendah Ketiga di Banten

PEMERINTAHAN SERANG

SERANG – Angka kemiskinan Kabupaten Serang berada di posisi terendah ketiga dari delapan Kabupaten/Kota di Banten. Hal itu didapat dari sisi data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional, angka kemiskinan Kabupaten Serang Tahun 2017 sebesar 4,63 persen atau sebanyak 69.100 penduduk miskin.

Kepala BPS Kabupaten Serang Indra Warman dalam siaran pers, Rabu (12/10/2018), Kabupaten Serang berada pada peringkat ketiga dari Kabupaten/Kota yang ada di Banten, sebelumnya angka kemiskinan makro Kabupaten Serang tahun 2015 sebesar 5,09 dan turun pada tahun 2016 menjadi 4,58 persen.

Indra juga mengakui bahwa di tahun 2017 Kabupaten Serang mengalami kenaikan yaitu 4,58 persen, sebab pada 2016 angkanya adalah 4,58 persen

Jika ditulis secara berurutan, angka kemiskinan dari mulai yang terendah yakni, Kota Tangerang Selatan 1,76 persen, Kota Cilegon 3,52 persen, Kabupaten Serang 4,63 persen, Kota Tangerang 4,95 persen, Kabupaten Tangerang 5,39 persen, Kota Serang 5,57 persen, Kabupaten Lebak 8,64 persen, dan Kabupaten Pandeglang 9,74 persen.

“Angka Kemiskinan ini dari seluruh daerah di Banten terendah ketiga. Angka kemiskinan Kabupaten Serang masih di bawah rata-rata di Banten. Sebab angka kemiskinan Provinsi Banten tahun 2017 adalah 5,45 persen,” ujarnya.

“Kenaikan angka kemiskinan di tahun 2017 terjadi hampir di semua kabupaten/kota, termasuk provinsi Banten,” imbuhnya.

Menurut Indra, kemiskinan yang dirilis oleh BPS itu bersifat makro dan digunakan oleh pemerintah secara nasional untuk mengevaluasi pengentasan kemiskian yang dihitung berdasarkan besaran pengeluaran rumah tangga untuk mencukupi kebutuh konsumsi.

Selanjutnya kata Indra, salah satu penyebab angka kemiskinan mengalami kenaikan adalah adanya penurunan daya beli masyarakat akibat terjadi inflasi disepanjang 2017 yang merupakan pengaruh bersifat nasional dan global.

“Kemiskian tidak bisa dilihat dari kasat mata tapi harus menyoroti banyak aspek di masyarakat. Khususnya adalah tingkat kemampuan masyarakat mencukupi kebutuhan dasarnya, baik konsumsi makanan maupun non makanan,” ujarnya.

“Variabel ini ditangkap dari Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas setiap tahun,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Bupati Kabupaten Setang Ratu Tatu Chasanah, menegaskan, bahwa angka kemiskinan harus terus diturunkan dengan berbagai program yang sedang dan akan dilakukan Pemkab Serang.

“Sesuai fokus kami pada peningkatan IPM, program kesejahteraan masyarakat terus kami jalankan,” tutupnya. (*/Dave)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *