GP Ansor dan Al-Khairiyah Ancam Demo Pemkot Cilegon Jika Tak Tutup Hiburan Malam

AL KHAIRIYAH BANTEN BUDAYA CILEGON

CILEGON – Tidak kunjung beraninya Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam menindak tegas keberadaan Tempat Hiburan Malam yang dianggap lebih membawa kemudharatan ketimbang manfaatnya, kembali menjadi pembicaraan masyarakat.

Apalagi pasca adanya pertengkaran antar pengujung Tempat Hiburan Malam di kawasan Simpang Tiga atau tepatnya di Dynasti X3 pada Minggu (16/12/2108) dinihari lalu.

Kali ini, desakan penutupan Tempat Hiburan Malam kembali mencuat, diantaranya disuarakan oleh elemen pemuda yakni GP Ansor dan Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA).

Ketua GP Ansor Kota Cilegon, Sholeh Syafe’i, menyayangkan ketidak tegasan Pemkot Cilegon yang cenderung membiarkan aktifitas Tempat Hiburan Malam yang tidak membuat nyaman masyarakat Cilegon.

“Kenapa masih dibiarkan beroperasi oleh pemeintah, padahal di hiburan malam sering terjadi keributan dan bikin masyarakat resah Masa kejadian seperti di Dynasti waktu Minggu pagi kemarin masih akan didiamkan saja. Harus ada tindakan tegas, sudah saatnya Plt Walikota Cilegon menutup Tempat Hiburan Malam,” tegasnya, kepada faktabanten.co.id Senin (17/12/2018) malam.

Ketua GP Ansor Kota Cilegon, Sholeh Syafe’i / Dok

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Alex ini menjelaskan desakan ini untuk mewakili keresahan masyarakat Cilegon dan adanya desakan penutupan Tempat Hiburan Malam dari Ketua PCNU Kota Cilegon sehari sebelumnya. Pihaknya juga mengancam akan mengerahkan ribuan massa nahdhiyin untuk melakukan aksi unjuk rasa kalau aspirasinya tersebut tidak dihiraukan oleh Pemkot Cilegon.

“Ketua PCNU Pak Kyai Hifdullah sudah memberi ultimatum penutupan Tempat Hiburan Malam, kami GP Ansor dengan pasukan Banser dan santri siap tampil di depan. Jelas masyarakat resah, apa istri-istri di rumah nyaman kalau suaminya berada di Tempat Hiburan Malam? Apa para orang tua tenang kalau anaknya gemar ke tempat maksiat itu?,” terangnya.

“Dan kalau Plt Walikota Cilegon tidak berani menutupnya, maka kami akan kepung Pemkot Cilegon,” tegasnya.

Ungkapan senada juga di utarakan oleh Ketua HPA, Ismatullah yang mengaku akan ikut turun mengepung kantor Walikota Cilegon, apabila hingga akhir tahun 2018 ini belum juga ada upaya penutupan Tempat Hiburan Malam dari Pemkot Cilegon.

“Kami dengan GP Ansor sering komunikasi dan membahas aktifitas Tempat Hiburan Malam di Cilegon, kan sudah jelas mudhorotnya maka harus ditutup secepatnya. Kalau sampai tahun baru belum juga ditutup, HPA bersama GP Ansor akan kepung Pemkot,” tandasnya. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *