www.faktabanten.co.id
Suara Merdeka Rakyat Banten

Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Galian Batu Ciwandan Mulai Temui Titik Terang

0
Camat Cilegon_sulaeman

CILEGON – Penemuan sesosok mayat misterius yang sempat menggegerkan warga di lokasi galian batu milik PT Sani Persada, di Lingkungan Rombongan, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu (14/8/2019) kemarin, sepertinya saat ini mulai menemui titik terang.

Mayat tanpa identitas tersebut, ada yang mengenali dan menduga bahwa itu adalah seorang penjual bendera di kawasan Browen, Ciwandan.

Mayat yang sulit dikenali karena pada saat ditemukan sudah membusuk itu, pertama kali ditemukan oleh warga. Saat memeriksa lokasi galian batu, warga mencium bau menyengat yang tidak lazim.

Setelah diketahui bau tersebut dari sesosok mayat, warga kemudian langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Untuk keperluan autopsi, mayat tersebut dibawa ke RS Drajat Prawiranegara Serang. Dan lokasi penemuan saat ini sudah dipasangi garis polisi.

oman

“Yang meninggal itu info yang beredar orang Cirebon pedagang bendera di Brown, ke sini ada kakaknya namanya Leman tinggal di Lapak rongsok seputaran Link. Rombongan,” kata Owner PT Sani Persada, Ahmad Fauzi, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsappnya, terkait adanya penemuan mayat di lokasi usahanya.

Lebih lanjut, Fauzi menjelaskan berdasarkan informasi yang dihimpunnya, meski belum mengetahui nama mayat tersebut, pihaknya sudah mengetahui salah satu keluarga dari mayat tersebut.

“Mereka habis minum minum di Lapak tuak deket pintu masuk area kita yang ada tulisan (Toba Lapok Tuak) dengan 5 orang termasuk kakaknya Leman itu. Cuma Leman ketiduran dan bangun-bangun adiknya gak ada dan seminggu tidak ada kabar,” jelasnya.

Pihaknya juga menduga kalau penyebab kematian mayat tersebut tidak jatuh dari atas tebing di lokasi tambang batunya, dan bukan juga korban dari aksi perampokan.

“Dugaan sementara bukan jatuh dari tebing karena tidak ada bekas luka benturan jatuh, dan juga bukan perampokan karena barang-barang pribadinya masih ada, jam tangan yang lepas tergeletak kurang lebih 2 meter dari posisi mayat dan HP yang masih ada di sakunya,” jelasnya.

“Cuma seperti ada lobang di sekitar pinggang katanya. Hanya¬†sedikit info itu yang saya dapet,” tandas Fauzi. (*/Ilung)

Dapatkan notifikasi lansung ke perangkat Anda, Klik Aktifkan

Advert

error: www.faktabanten.co.id