Sambut Ramadhan, Anggota Dewan Cilegon Ini Gelar Tabligh Akbar dan Istighosah

BANTEN BUDAYA CILEGON

CILEGON – Dalam rangka mensyukuri kehadiran bulan suci Ramadhan tahun 1439 Hijriyah yang hanya tinggal menghitung hari, salah satu anggota DPRD Kota Cilegon menggelar Tabligh Akbar berupa Istighosah dan Ceramah Agama, di halaman kediamannya di Link Brigil, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Sabtu (12/5/2018).

Selain dihadiri oleh ratusan warga Suralaya, tampak hadir jajaran pengurus GP Ansor Kota Cilegon, Ketua MUI Pulomerak, tokoh masyarakat Sekmat Purwakarta dan pejabat setempat serta anggota Banser Cilegon yang turut mengawal acara yang berlangsung khidmat tersebut.

“Tabligh Akbar ini untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan yang sebentar lagi datang. Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusuk dan lancar,” kata Anggota DPRD Cilegon, Erick Rebi’in, di awal sambutannya.

Anggota DPRD Cilegon, Erick Rebiin (baju putih) bersama Komandan Banser NU di acara Tabligh Akbar dan Istighosah jelang Ramadhan di Suralaya, Merak / Dok

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DPRD ini berharap kepada segenap jama’ah yang hadir, untuk saling lapang dada dan saling memaafkan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

“Sebagai anggota DPRD sebelum menghadapi bulan Puasa Ramadhan saya mengucapkan mohon maaf lahir bathin. Maka dalam momen ini, mungkin selama saya menjalankan tugas ada kekurangannya dan belum tersalurkannya aspirasi, saya mohon maaf,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Erick Rebi’in yang juga Dewan Majelis Pembina GP Ansor Kota Cilegon ini, mengajak warga Suralaya untuk terus menjaga kerukunan dan kekompakan.

“Seperti halnya tradisi warga Nahdiyin di Suralaya ini kulturnya kekeluargaan. Bagamana di Suralaya ini terus dibangun kebersamaan. Walau ada perbedaan jangan sampai jadi permusuhan tapi dijadikan persatuan. Khususnya generasi muda yang menjadi tolak ukur bagaimana bangsa ini akan maju,” terangnya.

Sebelum mengajak para jama’ah istighosah, Ustadz Hafidz Anshori terlebih dahulu menjelaskan pengertian tentang istighosah.

“Makna istighosah adalah minta pertolongan kepada Allah SWT berupa tawassul, dzikir dan do’a, dengan dibackup karomah dari para aulia dan para wali,” ujarnya.

“Dengan istighosah ini, semoga sebelum memasuki bulan suci puasa kita mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Semoga yang sakit diberikan kesembuhan, yang susah dimudahkan, yang punya hajat dikabulkan,” paparnya.

Usai istighosah acara kemudian dipungkasi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Kyai “Nyentrik” asal Ciruas, Kabupaten Serang, yakni KH Muhammad Yumni.

Kyai yang akrab disapa Ki Peci itu mengajak para jama’ah banyak-banyak mengingat Allah SWT dalam menjalani berbagai aktivitas dan menjabarkan tentang tradisi “munggahan” puasa, khazanah serta keutamaan bulan suci Ramadhan yang di dalamnya terdapat Rahmat, Maghfiroh dan Itkum minannar. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *