75 Tahun Jusuf Kalla

NASIONAL

JAKARTA – Hari ini, Senin (15/5/2017) Wakil Presiden Jusuf Kalla berulang tahun ke 75. Menjabat sebagai Wapres dua periode sejak 2004, JK pernah mendapat sejumlah penghargaan salah satunya adalah Bintang Republik Indonesia. Penghargaan yang ia dapat pada tahun 2004 ini, dianugerahkan oleh Pemerintah Indonesia untuk pelayanan luar biasa bagi negara.

Seperti apa profil JK selengkapnya? Berikut kami kutip Kumparan.com yang diantaranya menyebutkan Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden yang pernah menjadi kader PII. Juga di HMI dan berbagai organisasi Islam lainnya. Dalam struktur kepengurusan Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Jusuf Kalla duduk sebagai Ketua Dewan Kehormatan.

Lahir Watampone, Sulawesi Selatan pada 15 Mei 1942, JK adalah anak ke 2 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athirah. Keduanya adalah pengusaha keturunan Bugis yang tergabung dalam bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarganya meliputi sejumlah kelompok perusahaan di berbagai bidang Industri.

JK yang akrab disapa Daeng Ucu oleh warga di Makassar ini, aktif berorganisasi sejak muda. Pengalaman organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan JK antara lain Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Sulawesi Selatan pada tahun 1960 hingga 1964, Ketua HMI Cabang Makassar tahun 1965 hingga 1966, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965 hingga 1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967 hingga 1969.

Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada tahun 1967, JK memulai karirnya di sektor swasta dengan bergabung dalam bisnis keluarganya. Pada 1977, JK menempuh pendidikan di The European Institute of Business Administration,di Fontainebleau, Paris.
Setelah beberapa tahun bekerja di bisnis keluarga, JK mengambil alih Kalla Grup pada tahun 1986, dan berhasil memperluas sektor bisnisnya dari ekspordan impor ke manufaktur, otomotif, konstruksi, minyak sawit, perkapalan, real estate, transportasi, tambak udang, telekomunikasi, serta sektor energi dan listrik. Sebelum terjun ke politik, JK pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan.
Sambil membangun kariernya di sektor swasta, JK menunjukkan ketertarikan yang kuat di bidang politik dan pelayanan publik saat menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Golkar pada tahun 1965 dan menjadi anggota MPR pada tahun 1982 hingga tahun 1999.

Meski telah menjadi politisi, JK juga masih berperan aktif dalam berbagai organisasi antara lain sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Makassar dari tahun 1979 sampai 1989 dan terus menjadi penasihat ISEI. Dia juga menjabat Ketua Kamar Dagang (KADIN) di Sulawesi Selatan dari tahun 1985 sampai 1998 dan koordinator KADIN di Kawasan Timur Indonesia.

Pada tahun 1999, JK ditunjuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan serta Ketua Biro Indonesia Logistik sampai tahun 2000. Lalu pada tahun 2001 sampai 2004, ia menjabat sebagai Koordinator Menteri Kesejahteraan Rakyat di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.

JK kemudian mundur sebagai menteri pada 2001 karena maju sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka memenangkan Piplres tersebut. JK pun dilantik sebagai Wapres dengan masa jabatan 2004-2009.

Ketua umum Partai Golkar ini kemudian digandeng Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan kembali menang. Ia dilantik sebagai Wapres terpilih periode 2014-2019 pada 20 Oktober 2014.

Dalam perjalanan karirnya, JK pernah menjabat sebagai Ketua Centrist Asia Pacific Demokrat Internasional pada tahun 2010 hingga 2012 serta sebagaiKetua Umum Dewan Masjid Indonesia pada tahun 2010 hingga 2014. Dan sejak tahun 2009 hingga saat ini ia menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia.

JK telah banyak mendapat pujian internasional dalam perannya sebagai pelopor perdamaian di sejumlah wilayah di Indonesia seperti Maluku dan Poso, serta turut andil dalam mengakhiri konflik berkepanjangan di Aceh tahun 2005.

Atas dedikasinya dan kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia, JK berhasil menyabet banyak penghargaan baik yang bertaraf nasional, internasional, dari pemerintah maupun masyarakat.

Selain pernah dianugerahi Bintang Republik Indonesia, sejumlah perghargaan lainnya yang pernah diberikan untuk JK antara lain Bintang Mahaputra Adipurna (penghargaan bergengsi yang diberikan untuk pelayanan nasional yang luar biasa di luar militer), Commandeur de l’Ordre de Leopold (kehormatan nasional tertinggi Belgia untuk ksatria yang diberikan kepada individu), penghargaan Budaya Akademik Islami dari Universitas Islam Sultan Agung di Semarang pada Desember 2011, serta Penghargaan Tokoh Perdamaian dari Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Maluku, Ambon, pada 2011.

JK juga telah menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Univerisitas Hasanuddin Makassar, Doktor HC bidang perdamaian dari Universitas SSyah Kuala Aceh pada 2011, Doktor HC Bidang Kepemimpinan dari Universitas Indonesia pada 2013, dan Penghargaan Dwidjosowojo Award dari Asuransi Bumiputera.

JK yang menikah dengan Mufidah Miada Saad telah dikaruniai satu orang putra dan empat orang putri serta sepuluh orang cucu hingga saat ini.(*)

Sumber: kanogoro.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *