Adde Rossi Jenguk Bayi Malang di RSU Berkah

PANDEGLANG

PANDEGLANG – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten, Adde Rosi Khaerunisa, mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, Minggu (11/2) Sore. Kunjungan Istri dari Wakil Gubernur Banten Andika Hajrumi tersebut untuk menjenguk Bayi yang ditemukan di Desa Sekong Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang pada waktu lalu.

Kunjungan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten tersebut, untuk memastikan kondisi bayi berjenis kelamin perempuan yang saat ditemukan kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah dikerubungi oleh serangga dan belatung.

“Alhamdulillah, menurut dokter saat ini kondisinya (Bayi-red) sudah mulai membaik dari mulai fisik luar sampai dengan organ-organ tubuh lainnya sudah sangat baik,” Ujar Adde Rosi saat ditemui usai menjenguk Bayi di RSUD Berkah Pandeglang.

Meski begitu, Menurut Istri dari Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Hajrumi. Bayi tersebut harus mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis dari RSUD Berkah Pandeglang, karena luka-luka bekas gigitan serangga dan belatung di sekitar wajah dan kemaluan belum sembuh total yang dikhawatirkan luka tersebut bisa menimbulkan infeksi.

“Hanya saja ada beberapa bekas luka disekitar wajah dan alat kelamin yang disebabkan gigitan serangga dan belatung harus mendapatkan perawatan yang intensif dari tenaga medis,” bebernya.

Pihaknya mengaku sangat prihatin dengan kejadian pembuangan bayi tersebut, karena berdasarkan data yang diperolehnya setidaknya ada tiga kejadian selama tahun 2017 lalu yang terjadi di kabupaten Lebak dan Pandeglang, Maka dari itu P2TP2A Provinsi Banten akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat di provinsi Banten khususnya para muda-mudi di provinsi Banten untuk menjauhi perilaku Seks bebas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Tentu-nya kami (P2TP2A Provinsi Banten-red) akan lebih konsen bersosialisasi kepada para masyarakat khususnya muda-mudi agar menjauhi prilaku seks bebas, karena hal tersebut bisa merusak masa depannya,” imbuhnya.

Dilokasi yang sama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Raden Dewi Setiani berharap kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus pembuangan bayi tersebut, karena menurutnya prilaku tersebut sudah mengabaikan hak-hak anak dan melanggar Hak Asasi Manusia.

“Kami harap pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus pembuangan bayi ini, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali di Pandeglang,” harapnya. (*/Gatot)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *