Akan Impor Jagung, Gempita Kabupaten Serang Desak Presiden Copot Mendag

EKONOMI SERANG

SERANG – ┬áKeinginan pemerintah untuk melakukan impor jagung sebanyak 77.760 ton, mendapat penolakan keras dari Ketua Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Serang.

Bahkan Daddy Hartadi, Ketua Gempita Kabupaten Serang, mengancam akan melayangkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi untuk mencopot Menteri Perdagangan (Mendag) dari jabatannya.

“Kebijakan Menteri Perdagangan ibarat petir di siang bolong bagi petani jagung. Padahal petani sedang melakukan banyak panen jagung. Ironisnya justru banyak hasil panen jagung milik petani yang tidak terserap. Terlebih pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI tengah menjalankan program upaya khusus (Upsus) perluasan area tanam baru untuk jagung seluas 1 juta hektar secara nasional. Dan juga sejak 2017 pemerintah sudah menutup kran impor jagung,” terangnya.

Di Banten sendiri, menurut Daddy ada 100 ribu hektar lebih areal jagung yg menjadi konsentrasi Upsus jagung. Yaitu, di wilayah Kabupaten Serang yang ditargetkan 10 ribu hektar, Kabupaten Lebak 30 ribu hektar, dan Kabupaten Pandeglang 100 ribu hektar.

“Sebetulnya Provinsi Banten optimis melalui Upsus jagung ini akan berkembang menjadi wilayah sentra jagung. Bahkan saat ini untuk terus memperluas areal tanaman jagung, pihak Gempita bersama Pemerintah Daerah terus memanfaatkan lahan-lahan tidur agar produktif termasuk lahan di kaki tol. Lahan-lahan di sepanjang pinggir jalan tol itu akan turut digunakan supaya produktif,” jelas Daddy.

Masih menurut Daddy, dirinya merasa aneh dengan cara kerja Menteri Perdagangan yang seharusnya menunjang konsep pembangunan pertanian berkelanjutan ke arah kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, namun cenderung menghambat pembangunan pertanian dan memperburuk sumber kehidupan petani itu sendiri.

“Kebijakan ini janggal, jelas-jelas pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian tengah menggenjot produksi komoditi seperti jagung dan beras juga kedelai, tapi ini ada kementrian lain yang justru tidak mendukung arah pembangunan pertanian yang menjadi Nawacita Presiden Jokowi, yaitu mewujudkan kedaulatan pangan. Mendag itu menghancurkan Nawacita Presiden Jokowi, jika itu tetap dipaksakan, kita akan buat surat terbuka kepada Presiden agar Mendag dicopot saja,” katanya dengan nada geram.

Diketahui, di Kabupaten Serang sendiri sedang menuai panen jagung di lahan seluas 3000 hektar yang tersebar di berbagai kecamatan, seperti Kragilan, Cikeusal, Jawilan, Pamarayan, Mancak, Anyar, dan Gunung Sari.

Belum lama ini, Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan panen raya jagung di kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang, dan Kepala Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Kementrian Pertanian Andi Nur Alamsyah juga melakukan panen raya jagung bersama Gempita Serang di Desa Gandayasa, Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang. (*/Angga)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *