Aktivis Lingkungan Desak Pemkot Cilegon Segera Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir

CILEGON

CILEGON – Semakin parah dan meluasnya titik-titik banjir di wilayah Kota Cilegon dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Khususnya pada dua kecamatan yakni Kecamatan Ciwandan dan Kecamatan Citangkil yang seakan sudah menjadi wilayah langganan banjir di kota baja ini.

Sekitar dua bulan yang lalu, di dua kecamatan tersebut tercatat, selain diterjang banjir besar yang yang hampir melumpuhkan aktivitas warga serta arus lalu-lintas jalan nasional Anyer-Cilegon. Titik-titik banjir baru juga dianggap makin bertamabah sehingga sudah seharusnya mendapat penanganan serius dari pemerintah dalam hal ini Pemkot Cilegon.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif LSM Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) M Ibrohim Aswadi.

“Banjir yang terjadi di dua kecamatan ini yakni Ciwandan dan Citangkil belakangan ini terbilang makin parah, selain sudah menjadi langganan banjir, di dua kecamatan ini juga terdapat beberap titik-titik banjir baru yang seharusnya sejak dulu sudah ditangani secara serius oleh Pemkot Cilegon,” ungkapnya, saat ditemui Fakta Banten, Senin (8/5/2017).

Saat ditanya soal faktor-faktor penyebab banjir, aktivis lingkungan yang akrab dipanggil Bobi ini menyebutkan faktor utama banjir yang secepatnya harus ditangani oleh pemerintah.

“Banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan, dari mulai hulu sungai sebagai daerah resapan air, dan muara sungai di wilayah Industri. Namun fokus saya setelah melakukan investigasi, pada wilayah hilir 16 sungai kecil yang melintasi pemukiman warga, dari Kelurahan Samangraya, Kubangsari, Tegal Ratu, Randakari dan Kepuh, dimana hampir semua sungai di wilayah tersebut terjadi penyempitan dan pendangkalan akibat sedimentasi yang harus segera dilakukan normalisasi oleh Pemkot Cilegon,” tegas Ibrohim.

Ketika ditanyakan langkah apa yang akan ditempuhnya, Ibrohim mengaku sudah beberapa kali melayangkan surat terbuka di halaman facebook buat Pemkot Cilegon.

“Statement saya di media ini juga kan langkah agar didengar oleh yang memiliki otoritas? Saya juga sudah beberapa kali membuat surat terbuka untuk Pemkot Cilegon di facebook,” pungkasnya.

Berikut ini salah satu surat terbukanya yang diunggah pada Minggu malam (7/5/2017);

Surat Terbuka
Kepada Yth
1.Walikota Cilegon
2.Dprd Kota Cilegon
Di. Tempat

Dengan Hormat.
Bersama ini, saya sebagai warga masyarakat di Link Pintu Air Kel. Kubangsari Kec. Ciwandan, Kota Cilegon bermaksud menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan masalah pasca banjir di daerah kami.

Mengingat kondisi cuaca yang sekarang semakin tidak menentu, dan membuat kehawatiran bahkan rasa traumatik kami sebagai warga atas musibah banjir bandang, maka saya sebagai dalah satu korban banjir menyampaikan harapan besar terhadap bapak bapak, agar bisa sesegera mungkin melakukan langkah penanganan awal untuk melakukan Normalisasi (Pengerukan sendimen lumpur dan Melakukan Pelebaran Daerah aliran Kali), dari mulai Kubangwelut Samangraya sampai di daerah depan Pelindo Kepuh yang diperkirakan hasil investigasi kami dilapangan kurang lebih ada 16 (enam belas ) titik Daerah Aliran kali di wilayah hilir yg menembus langsung ke arah laut yg memerlukan segera langkah langkah cepat atas penangananya demi untuk meminimalisasi banjir yang mungkin bisa saja terjadi kapan saja waktunya.

Demikian surat terbuka ini saya sampaikan, dan saya ucapkan terima kasih.

Pintu Air 7.05.2917
Ttd
M. Ibrohim Aswadi

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *