Asih, Anak Yang Dikurung Ditempat Mirip Kandang Ayam Pernah Mengalami Gejala Step dan Kekurangan Gizi

KESEHATAN PANDEGLANG

PANDEGLANG – Penyakit yang diderita okeh Asih, yakni anak berkebutuhan khusus (ABK) anak ketiga dari Pasutri Aam dan Muhdi, warga Kampung Cigandeng, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari gejala step, kekurangan gizi serta faktor lainnya. Sehingga sekarang ini, Asih harus mengalami penurunan mental.

“Penyakit yang dialami oleh Asih, yang mengalami penurunan mental itu diakibatkan oleh beberapa faktor. Namun yang lebih dominan, diakibatkan oleh penyakit step yang pernah dideritanya dulu,” ungkap dr Ratu Fadhilah dokter umum Puskesmas Menes, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/2/18)

Kata Ratu, penyakit step yang dialami oleh naka itu memang rentan, karena bisa menurunkan mental, syaraf hingga menghambat terhadap petumbuhan fisik bagi pederita step tersebut. Makanya, ketika ada gejala step, harus secepatnya ditangani.

“Asih itu sudah lama mengalami degradasi (penurunan) mental, namun sekarang sedang dalam penanganan medis,” katanya.

dr Ratu Fadhilah dokter umum Puskesmas Menes (kanan) di dampingi Kasubag TU Yadi Basuki Z. (kiri) / dok

Menurutnya, selain terjadinya degradasi mental dan telah terjadi perubahan pola perilaku. Namun kalau untuk bisa diketahui lebih jauhnya, harus menunggu dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, karena pasien itu (Asih, red) juga akan ditangani oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Banten.

“Saat kami periksa dulu, nemang Asih itu sudah mengalami penurunan mental dan sudah ada perubahan pola perilaku. Namun memang penanganan Asih itu prosesnya lama,” tuturnya.

Lanjut Ratu, untuk kondisi Asih sekarang ini juga, memang pihak orang tuanya harus lebih aktif lagi dalam menjaga dan mengajak komunikasi. Karena dengan kondisi seperti itu, Asih tidak boleh diasingkan, karena penyakitnya akan bisa lebih parah.

“Lingkungan juga sangat mempengaruhi terhadap perkembangan Asih, kalau kondisi Asih banyak di maka pekembangan untuk kesembuhan akan lambat. Tetapi kalau sering diajak komunikasi, bermain dan diberikan edukasi maka pekembangannya akan bisa lebih baik,” ujarnya (*/Achuy)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *