Astaghfirullah, Tempat Hiburan Malam Sudah Masuk Ke Perkampungan Cilegon

CILEGON HEADLINE

CILEGON – Banyaknya tempat hiburan malam yang berada di wilayah perkotaan Cilegon, mungkin masih bisa dimaklumi oleh sebagian masyarakat yang menganggap suatu konsekuensi kehidupan kota yang identik dengan glamour dan gemerlapnya duniawi.

Namun apa jadinya ketika tempat hiburan malam tersebut kian merambah masuk ke wilayah perkampungan di Cilegon yang dikenal sebagai kota santri. Seperti yang berada di Link. Sondol RT 03/02 Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, atau persisnya di sisi Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Tentu saja hal tersebut mengundang perhatian warga yang sering melintas di JLS. Seperti dikatakan Adim, yang menurutnya tempat hiburan berkedok kios jamu dengan pelayan-pelayan wanita berpakain aduhai tersebut tidak layak berada dan sangat tabu berada di perkampungan.

“Saya sering lewat JLS kok sering melihat cewek pakaian seksi yang berkedok kios jamu di Sondol. Kalau diskotik di wilayah perkotaan sih masih mendinglah, inikan di Kampung. Parah amat, Cilegon ini kota santri loh,” keluhnya.

Dalam pantauan langsung faktabanten.co.id Sabtu (17/2/2018) malam, tampak kios jamu tersebut dilengkapi dengan peralatan karaoke, dengan 5 wanita berpakaian ketat yang menunjukan lekuk tubuhnya.

Saat dikonfirmasi Yana, pemilik tempat hiburan malam berkedok kios jamu itu mengakui kalau pihaknya menjual minuman keras kerkadar alkohol rendah. Ia juga menjelaskan di tempatnya tidak ada room sebagaimana layaknya tempat hiburan malam.

“Jualan (miras) juga paling kecut, bir, ada juga jamu (beralkohol) yang seloki dua ribu perak. Disinimah gak ada ruangan paling juga karaoke dan bisa kelihat dari luar. Masa tega sih a, terus kalau tutup saya makan apa, apa wartawan yang ngasih makan saya?” katanya.

Saat disinggung soal keberadaan wanita seksi yang identik berada di tempat hiburan malam serta tanggapan masyarakat setempat, Yana mengaku hal itu untuk menarik pengunjung.

“Kan buat daya tarik tamu a, ngelayani dan nemenin minum. Warga aman-aman saja tuh, kalau ada acara apa di Kampung gitu saya ikut nyumbang, sama pak RT juga saya sering komunikasi,” terangnya.

Namun, suami dari Yana yang bernama Noni, tiba-tiba menelepon wartawan, marah-marah dan mengancam.

“Mas, kalau mau ungkap yang besar-besar di Simpang sana, ini sama yang kecil tega amat sih. Ada orang lagi nyari makan. Kita sudah izin ke warga dan Lurah. Silahkan beritakan, tapi akan saya kejar kamu !” ancamnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Lurah Taman Baru Umar Nanang belum bisa dikonfirmasi. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *