Bank Banten Laporkan Penurunan Rugi di Tahun 2017

EKONOMI SERANG

SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. (Bank Banten) melaporkan adanya penurunan rugi bersih hingga 81,17 persen, hal tersebut terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (11/4/2018).

“Hasil dari perbaikan kinerja keuangan tersebut, diikuti dengan penurunan rugi bersih pada 2017 menjadi Rp. 76,3 milyar menurun sebesar 81,17% secara year on year dari tahun 2016 sebesar Rp. 405,12 milyar, hal itu seiring dengan peningkatan pendapatan bunga bersih, peningkatan pendapatan operasional lainnya dan efisiensi beban opersional,” disampaikan Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa dalam rapat tersebut.

Jajaran direksi Bank Banten pun menyampaikan bahwa kinerja keuangan Bank Banten pada tahun 2017 menunjukkan perbaikan. Sejumlah indikator kinerja keuangan Bank Banten dinilai menunjukan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Pertumbuhan kredit Bank Banten yang diberikan meningkat sebesar 56,32% secara year on year dari Rp. 3,27 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp. 5,11 triliun pada tahun 2017 yang dihasilkan dari pengembangan bisnis baru seperti kredit konsumer dan kredit komersial.

Ia pun menyampaikan adanya pertumbuhan total aset yang meningkat sebesar 45,85% dari Rp. 5,25 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp. 7,66 triliun pada tahun 2017, dan hal itu diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit.

“Pertumbuhan aset tersebut berada di atas rata-rata perbankan nasional yang berada di angka 9,77%,” imbuh Fahmi.

Direksi Bank Banten pun berkomitmen untuk memberikan layanan yang sejalan dengan nasabah untuk mengakomodir kebutuhan dalam mengakses layanan perbankan yang semakin canggih.

“Untuk melengkapi layanan perbankan yang mudah diakses nasabah, kita mengembangkan Mobile Banking dan melakukan pengembangan terhadap aplikasi perbankan core banking melalui pengembangan produk,” ungkapnya.

“Dari sisi pendanaan, kita akan meningkatkan porsi dana murah dengan melakukan berbagai strategi untuk mengoptimalisasi penghimpunan giro yang berasal dari dana APBD yang dimiliki Pemprov, Pemkot dan Pemkab di wilayah Banten,” lanjutnya.

Dari fungsi intermediasi dan upaya mendorong pembangunan daerah, Bank Banten akan memfokuskan penyaluran kredit kepada sektor produktif, dan hal itu diharapkan dapat menambah penyerapan anggaran pemerintah pada sektor riil terutama infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di Banten.

“Kita akan fokus juga ke pengembangan jaringan kantor yang akan terus dilakukan, saat ini telah beroperasi 26 kantor cabang yang 7 diantaranya berlokasi di Banten, 11 kantor cabang pembantu termasuk 7 kantor cabang pembantu ada di wilayah Banten, 4 kantor kas, 1 payment point, 5 smart van atau mobil kas keliling, dan itu beroperasi di Banten, serta 114 unit ATM dari total 140 ATM itu berada di Banten,” tandasnya. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *