Banyak Anak-anak Usia Sekolah Jadi Pemulung di Jalanan Kota Baja

CILEGON

CILEGON – Tidak pantas kiranya jika di Kota Cilegon yang terdapat ratusan pabrik besar serta APBD yang melimpah, namun ternyata masih banyak anak-anak usia sekolah yang sudah bekerja keras di malam hari dengan menjadi pemulung.

Seperti terlihat faktabanten.co.id pada Jumat (30/3/2018) malam sekitar pukul 20.30 WIB, saat melintas di kawasan pertokoan pusat kota dari Pertigaan Jombang Kali hingga kawasan Simpang Tiga. Tampak sebanyak 5 anak-anak (posisi terpencar) yang usianya sekitar 9 tahun hingga 13 tahun sedang menggendong karung besar tempat wadah sampah plastik yang masih bernilai ekonomis.

Anak-anak yang seharusnya pada usia tersebut menikmati masa bermain dengan teman-temannya dan belajar di rumah untuk mengerjakan PR sekolah.
Namun karena terbentur keterbatasan ekonomi orang tuanya, mereka justru harus mencari nafkah seperti layaknya orang dewasa.

Anak-anak itu bergelut dengan terpaan angin malam, polusi kendaraan di jalanan serta hiruk pikuknya glamournya kehidupan malam kota industri.

“Heri, sekolah, umurnya 12, disuruh orang tua cari uang. Rumahnya deket sini,” ujar Heri polos, salah satu anak pemulung ketika ditanya oleh faktabanten.co.id.

Lebih miris dialami Asim, anak berusia sekitar 10 tahun ini bahkan tidak pernah merasakan bangku sekolah, karena ketidakmampuan orang tuanya membiayai dan kesibukannya menjadi pemulung.

“Orang tua nggak punya uang untuk biaya sekolah om, iya mulung buat bantu orang tua,” tuturnya.

Hal tersebut dibenarkan tukang parkir di kawasan pertokoan Jombang Kali yang enggan disebutkan namanya ini.

“Iya anak-anak ini mah hampir tiap hari begitu. Kasihan emang, gimana lagi orang lagi cari makan kang. Rumahnya di belakang sini (Jombang Kali), ada orang tuanya juga,” terangnya.

Kota Cilegon dengan luas wilayah yang hanya sekitar 175,5 KM persegi, tidak sebegitu rumit dibanding dengan daerah lain yang lebih besar kiranya, bagi Pemkot Cilegon dalam menanta dan mengelola segala aspek kehidupan masyarakatnya, khususnya dalam hal yang fundamen seperti pendidikan anak, pemerataan ekonomi dan ketimpangan sosial. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *