Banyak Ruang Terbuka Hijau Terbengkalai di Kota Serang

SERANG

SERANG – Penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di kawasan perkotaan bertujuan untuk menjamin tersedianya ruang yang cukup bagi kawasan kelestarian hidrologis dan pemanfaatan sumber daya alam baik buatan dan alami, disamping sebagai tempat rekreasi dan tempat olahraga bagi masyarakat, dengan konsep pembentukan sebuah Taman Kota.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Serang yang sebanyak 33 titik yang tersebar di beberapa lokasi seperti di Bunderan Ciceri, Taman Kopassus, Taman Sari, Taman K3 Ciceri, Stadion Maulana Jusuf dan beberapa lokasi lainnya. Namun, beberapa diantaranya terpantau faktabanten.co.id banyak yang tidak berfungsi sesuai dengan tujuan awalnya sebagai salah satu ruang untuk keindahan dan kenyamanan masyarakat, bahkan beberapa diantaranya terlihat terbengkalai.

Seperti taman kota yang berada di Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang atau persis disamping Rumah Makan S Rizky yang nampak tidak berfungsi dan terlihat terbengkalai.

Sejumlah mahasiswi yang kerap melintasi area tersebut, saat dikonfirmasi justru banyak yang tidak mengetahui kalau tempat tersebut merupakan taman kota.

Ima salah satunya, ia mengaku sering melewati taman kota tersebut, namun tidak mengetahui kalau tempat tersebut merupakan taman kota.

“Sering sih lewat sini, tapi ga tau kalau itu taman. Soalnya tidak terlihat seperti taman sih mas, kayaknya tidak terurus gitu,” ucapnya kepada faktabanten.co.id saat sedang melintas taman kota di Kelurahan Sumur Pecung, Kamis (12/4/2018).

Belum lagi taman kota seperti di Stadion Maulana Jusuf, Ciceri, Kota Serang yang merupakan salah satu RTH di Kota Serang justru lebih layak disebut sebagai pasar karena sudah beralih fungsi.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Serang, Hidayat tidak menampik banyak RTH di Kota Serang yang banyak berubah fungsi.

“Iya betul (beralih fungsi), seperti taman sari kan itu RTRW nya masih RTH ya, tapi kesininya digunakan oleh kuliner dan penampungan PKL,” ucapnya saat dihubungi via telepon.

Ia menyampaikan bahwa kedepan harus ada revitalisasi pada RTH yang sudah beralih fungsi, namun saat ini ia mengaku pihaknya masih terkendala dengan anggaran.

“Kita menyangkut anggaran ya, sebenarnya kalau cita-cita mah tinggi, setinggi langit malah,” ujarnya.

Hidayat pun menuturkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Serang sedang mengupayakan untuk membangun RTH di kecamatan-kecamatan, sehingga pembangunan tidak terpusat hanya di wilayah Kota Serang.

“RTH itu kita sebar di kecamatan-kecamatan, tidak terpusat di wilayah Kota Serang saja. Sekarang ini di tahun 2018 baru membuat RTRW RTH di Kecamatan,” tuturnya.

Dan terkait PKL (Pedagang Kaki Lima) yang menempati RTH di Kota Serang, dikatakan Hidayat bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Satpol PP. Namun ketidaksiapan para PKL untuk direlokasi ke tempat yang sudah direncanakan masih menjadi kendala dan persoalan yang belum terselesaikan.

“Jadi gini, Pemkot sudah menyediakan penampungan di Kepandean. Tapi minat untuk pindah ke sana sulit sekali,” tandasnya. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *