BI Banten Himbau Masyarakat Beralih Ke Transaksi Non-Tunai

Tak Berkategori

SERANG – Bank Indonesia (BI) terus berupaya memberikan himbauan kepada masyarakat Indonesia agar bisa beralih menggunakan transaksi non-tunai karena dinilai lebih efektif dan efisien.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rahmat Hernowo, bahwa gerakan nasional non-tunai merupakan program nasional yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

“Kalau permintaan jumlah uang tunai terus meningkat, itu artinya gerakan non-tunai masih kurang berhasil dilakukan,” ucapnya usai membuka layanan penukaran uang pecahan kecil, Rabu (30/5/2018), di Alun-alun Barat, Kota Serang.

“Kami tetap menghimbau agar masyarakat untuk menggunakan non-tunai, agar gerakan itu bisa berhasil,” imbuhnya.

Dijelaskan Rahmat Hernowo, beberapa upaya Bank Indonesia untuk menyukseskan program gerakan non-tunai, salah satunya adalah bersinergi dengan lembaga atau instansi pemerintahan.

“Upaya BI saat ini, kita buat elektrifikasi jalan tol, pemberian bantuan sosial, pembayaran APBN itu non-tunai. Itu sudah kita lakukan, itu jadi sinergitas antara lembaga-lembaga pemerintahan dengan kita,” ungkapnya.

Disinggung apakah akan ada peningkatan masyarakat yang beralih ke transaksi non-tunai di tahun 2018, ia mengatakan bahwa hal itu seperti menjadi sebuah keharusan bukan hanya bagi masyarakat tapi juga masyarakat se-Indonesia.

“Kita lihat, tapi itu harus, bukan hanya di Banten tapi seluruh Indonesia,” tandasnya.

Namun, Rahmat Hernowo menilai bahwa transaksi non-tunai akan mengalami peningkatan di setiap momen lebaran, terlebih kepada para pedagang-pedagang ritel modern.

“Transaksi non-tunai saat lebaran akan meningkat, indikasinya di pedagang-pedagang ritel,” katanya.

Ia pun menerangkan bahwa program gerakan nasional non-tunai harus terus disosialisasikan kendati masih membutuhkan proses yang panjang untuk bisa menjadi keutamaan masyarakat Indonesia dalam setiap bertransaksi karena dinilai lebih aman dan praktis.

“Ini sebenarnya proses evolusi, pelan-pelan. Jadi kita mengedukasi masyarakat pelan-pelan, evolusioner. Mudah-mudahan di suatu titik nanti, tunai pasti tidak bisa hilang, tapi non-tunai lebih tinggi tinggi,” tukasnya.

“Karena non-tunai lebih aman, lebih praktis. Non-tunai kita sudah membaik dari tahun kemarin, tapi itu masih panjang untuk disempurnakan. But never ending bussiness,” tambahnya. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *