BK-PAKSI Cilegon Lestarikan Cara Mendidik Anak dengan Mendongeng

CILEGON – Badan Koordinasi Pendidikan Al-qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BK-PAKSI) Kota Cilegon bekerjasama dengan Rumah Zakat (RZ) Kota Cilegon dan DKM Arohmmah Arga Baja Grogol menggelar kegiatan “Indonesia Mendongeng” di Masjid Kompleks Arga Baja Grogol, Senin (25/12/2017).

Kegiatan yang mengangkat tema “Indonesia Mendongeng Anak Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Cinta Negeri” ini diikuti oleh sebanyak 500 anak usia SD yang ada di Kota Cilegon.

Direktur BK-PAKSI Kota Cilegon Bayu Panatagama mengatakan, kegiatan mendongeng ini selain bernilai edukasi, juga dalam rangka memakmurkan masjid.

“Kami mendatangkan beberapa pendongeng, mereka memberikan edukasi kepada anak-anak sambil juga kita mencoba untuk anak dekat dengan masjid, makanya diadakannya kegiatan itu di masjid ini,” ujar Bayu kepada Fakta Banten, Senin.

Menurut Bayu, peserta kegiatan tidak hanya dari kalangan anak-anak murid saja, akan tetapi orang tua murid dan guru pun diundang untuk mengikuti kegiatan ini.

“Guru-guru juga kami undang sebetulnya. Kalau kami libatkan semua banyak, karena murid kami di TK TP Cilegon itu ada kurang lebih 11 ribuan dan guru-gurunya ada 976 guru di Cilegon dari 146 unit,” ungkap Bayu.

Lanjut Bayu, kegiatan seperti ini juga untuk menstimulasi para guru dan ibu lebih kreatif dalam mendidik anak, salah satunya agar ibu punya referensi bagaimana mendongeng untuk anaknya sebelum tidur.

“Mendongeng hampir punah, seorang ibu yang sedang mendongeng kepada anaknya tuh jarang, mungkin juga guru juga kadang-kadang sekarang hanya memberi PR dan tugas saja, sedangkan untuk mendongeng itu sekarang tidak ada,” ujarnya.

Dijelaskan praktik mendongeng yang disampaikan kepada anak-anak saat mau tertidur, ternyata mendorong psikologis anak lebih positif.

“Tradisi mendongeng sudah hampir punah, orang tua tidak punya referensi untuk mendongengkan cerita kepada anaknya saat dia tidur. Padahal saat tidur itu adalah waktu yang tepat sebelum anak tidur pulas memberikan edukasi untuk anak, mendongengkan cerita-cerita yang positif dongeng apa sajalah, misalnya tentang binatang apa saja itu psikologis oleh karena itu jangan heran ketika sekarang banyak anak-anak yang broken home, bukannya dari awal tidak ada orang tua tidak mengerti bagaimana metodologi padahal ada caranya mendongeng,” jelas Bayu.

Guru-guru sekarang ini juga sudah sangat jarang sekali bagaimana memberikan pelajaran dengan cara mendongeng, padahal itu penting dalam membentuk karakter anak.

“Komunikasi aktif karena ada yang bercerita ada yang mendengarkan cerita dan itu kedekatan luar biasa, inilah yang perlu kita budayakan kita lestarikan makanya sepertinya sepele tapi penting,” pungkasnya. (*/Asep-Tolet)