Copet Pura-pura Kejang Beraksi di Angkot Cilegon, Gelang Emas 10 gr Hilang

CILEGON HUKUM

ANYER – Banyak cara bagi para copet dalam menjalankan aksinya. Seperti yang terjadi di wilayah Kota Cilegon baru-baru ini. Rosilawati, guru salah satu SD Negeri di Anyer menjadi korban kelihaian para komplotan copet saat beraksi di Angkutan Kota (Angkot).

Gelang emas seberat 10 gram harus raib digasak pencopet di sebuah angkot jurusan Anyer – Cilegon, pada Sabtu (31/3/2018) kemarin.

“Setelah mereka (copet) pada turun, saya baru sadar ternyata gelang saya hilang,” ujar Ros, bercerita kepada Fakta Banten, Minggu (1/4/2018).

Kepada wartawan Fakta Banten, Ros bercerita, sekitar pukul 12.00 WIB, dia bersama temannya naik angkot jurusan Cilegon-Labuan dengan label MTR. Di dalam angkot, sudah ada tiga pria. Duduknya saling berhadap-hadapan.

Dalam perjalanan menuju Cilegon, saat baru sampai di kawasan Ciwandan, tiba-tiba salah satu dari mereka yang duduk persis di depan Ros, pura-pura kejang. Ros mengaku kaget melihat penumpang yang tiba-tiba kejang. Awalnya ia hanya melihat saja, tapi pelaku yang pura-pura kejang ini sampai terjatuh dari kursi angkot, dan menarik tangannya dan meminta tolong. Karena merasa kasihan, Ros kemudian membantu mengangkat dan mendudukkan kembali si pelaku ke kursi angkot tersebut.

Rupanya, itu modus kawanan copet di dalam angkot. Saat Ros konsentrasi membantu si copet yang kejang-kejang, ternyata saat itu aksi si copet berlangsung yang berhasil menarik gelang emas milik korban seberat 10 gram itu.

“Saya tidak tahu kapan gelang saya lepas diambil, karena tangan saya ditarik dia (copet-red) minta tolong, saya konsentrasi bantuin orang kejang itu,” tutur Ros.

Sebelum Ros sadar dia kehilangan perhiasannya, tiga pria pencopet itu lebih dulu turun di kawasan Warnasari, Citangkil. Si copet yang sebelumnya sempat kejang itu juga terlihat kembali sehat, dan turun seperti tidak pernah sakit.

Namun saat angkot terus berjalan ke arah Cilegon, Ros baru sadar saat melihat tangannya yang sebelumnya dipakaikan perhiasan gelang emas ternyata sudah raib.

Ros mengatakan, komplotan tersebut beraksi sangat cerdik dan membagi tugas dengan rapih.

“Teman saya juga nggak sadar, soalnya waktu si copet kejang-kejang pria yang lainnya itu berusaha ngajak ngobrol teman saya, seperti terus mengalihkan perhatian supaya teman saya nggak konsentrasi ke saya,” terang Ros.

Ia berharap modus copet di angkot Cilegon – Anyer ini segera diungkap polisi, agar masyarakat tidak kembali dirugikan.

“Harus diungkap, jangan-jangan juga ada keterlibatan sopir angkotnya masih satu komplotan. Saya ceritakan ini supaya masyarakat yang lain waspada,” pungkasnya. (*/Red)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *