Depan Jokowi, Haji Mumu Singgung Soal Kearifan Lokal Industri

AL KHAIRIYAH CILEGON

CILEGON – Keberadaan ratusan industri berat di Kota Cilegon, dimana diantaranya berupa perusahaan BUMN yang dianggap kurang peka dengan kearifan lokal. Hal ini disinggung oleh Ketua PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin, dalam acara Harlah Al- Khairiyah Ke-93, pada Jum’at (11/5/2018).

Diketahui, keberadaan industri di Cilegon yang dipelopori oleh PT Trikora (sekarang PT Krakatau Steel) pada tahun 1960-an, dalam perjalanannya hingga kini sudah banyak menggusur lahan-lahan pertanian dan nelayan bahkan pemukiman warga Cilegon.

Ali Mujahidin saat sambutan Silaturahmi Seribu Ulama didepan Presiden Jokowi / dok

“Zaman dulu waktu untuk orang tua kami masih hidup, saya menanyakan kenapa sih harus boleh ada pabrik, padahal ada pondok Al-Khairiyah disini? Jawaban sederhana: inikan untuk kepentingan bangsa dan negara. Ini pengorbanan yang begitu besar untuk negara,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Haji Mumu ini menjelaskan, perihal keadaan kearifan lokal dari kalangan industri terhadap masyarakat Cilegon, kepada Presiden Republika Indonesia Joko Widodo dan segenap pejabat dan ulama yang hadir.

“Di Cilegon ini ada 280 industri besar yang padat modal. Diantaranya adalah BUMN seperti KS, ok itu punya negara, tapi kan ada di Cilegon Banten. Maka, kearifan lokal berupa tenaga kerja juga tolong jangan dilupakan. Kami harap pemerintah pusat juga bisa ikut memperhatikan hal ini. Khususnya dalam tenaga kerja di industri, dimana kami warga Cilegon juga layak untuk bisa menduduki jajaran direksi dan komisaris,” tegasnya. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *