Desa Warung Banten Lebak Bikin Pelatihan Pertanian dan Pembuatan Pupuk Alami

LEBAK

LEBAK – Guna meningkatkan pembangunan desa terutama di sektor pertanian, Pemerintah Desa Warung Banten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, melakukan pengembangan lahan dan pembuatan pupuk alami.

Selain untuk meningkatkan sektor pertanian, kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para petani dalam mengolah lahan pertanian. Sehingga, hasil dari lahan pertanian yang mereka olah mendapat hasil yang maksimal.

“Diantara kegiatan yang sedang kami kembangkan saat ini adalah pengembangan lahan dan pembuatan pupuk alami,” kata Kepala Desa (Kades) Warung Banten, Ruhandi, kepada faktabanten.co.id, Minggu (11/2/2018).

Masih dikatakan Ruhandi, pendidikan pengembangan lahan dan pembuatan pupuk tak hanya untuk petani, para pelajar pun diberikan pelatihan tersebut. Ruhandi menjelaskan, dalam kegiatan itu tak hanya diberikan teori, akan tetapi sekaligus dengan praktek lapangan.

Kegiatan tersebut, terang Ruhandi, akan terus berkesinambungan agar para pelajar menjadi kader-kader yang tangguh, sehingga bisa terus mengembangkan pertanian di daerahnya masing-masing.

“Agar kedepan mereka ini menjadi generasi produktif, bukan konsumtif,” tandasnya.

Kegiatan yang digagas Pemerintah Desa (Pemdes) Warung Banten mendapat tanggapan positif dari Pembina Pecinta Alam (PA) Kecamatan Cibeber Rafik Irawan. Menurutnya, pendidikan pertanian yang diajarkan kepada pelajar merupakan hal yang sangat positif.

“Semoga, kegiatan tersebut bermafaat bagi siswa dan dapat menjadi tambahan ilmu,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cibeber Eman Suparman, sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan Pemdes Warung Banten. Kata dia, program pengembangan lahan dan pembuatan pupuk alami sangat tepat diterapkan di Desa Warung Banten. Karena, desa yang memiliki luas wilayah 390 hektare itu memiliki potensi alam yang mendukung.

“Saya harap, program itu menjadi solusi yang tepat untuk menghindari kelangkaan dan mahalnya pupuk, serta keseimbangan lingkungan hidup,” urainya. (*/Sandi)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *