Ditangan Pemuda Ini, Wajah Kawasan Bonakarta Cilegon Jadi Lebih Greget

CILEGON

CILEGON – Salah satu lokasi di Kawasan Bonakarta, Kelurahan Masigit, Kota Cilegon, yang dulunya menjadi tempat nongkrong anak muda untuk mabuk-mabukan dan acap kali jadi tempat mangkal pekerja seks komersial kini berubah menjadi lebih baik.

Tempat yang belokasi di Kelurahan Masigit ini, bukanlah tepat wisata ataupun rekreasi, hanya kawasan hijau di tengah kota.

Melihat keadaan Bonakarta yang asri dan enak untuk tempat santai sayang jika tidak dimanfaatkan dengan produktif. Tapi, saat ini ditangan Dody Ariyadi, Kawasan Bonakarta menjadi sesuatu yang lebih menarik untuk dikunjungi.

Dody membangun ‘Break Point Cafe’ di Bonakarta, dan menjadi tempat nongkrong menarik bagi anak-anak muda di Kota Baja.

Dody bercerita terkait ide kreatifnya saat membuat Taman Bonakarta menjadi tampat nongkrong yang nyaman.

“Break Point ide awalnya ada dari kegundahaan saya lah sebagai putra daerah, kenapa di Banten khususnya di Serang dan Cilegon yang menciptakan bisnis kuliner yang enak dan bisa dinikmatin, seperti Bandung atau Jogja, padahal untuk membuat itu sudah cukup banyak informasi yang bisa didapat seiring perkembangan zaman,” ujarnya, Sabtu (16/12/2017).

Saat ini, ia menjadi Chief Executive Officer (CEO) di Break Point yang lokasinya di Taman Bonakarta. Lebih lanjut, ia mengatakan awal mula memilih Bonakarta sebagai tempat usahanya dan menjadi salah satu rujukan untuk nongkrong atau sekedar bersantai di akhir pekan.

“Awalnya saya hanya buat warung kopi biasa, ternyata di Serang dan Cilegon belum bisa seperti itu, akhirnya saya keliling menemukan tempat ini yang begitu luas, akhirnya saya ceritakan konsep benefitnya, dan akhirnya diterima,” ungkapnya.

“Dulu. tempat ini semi prostisusi, akhirnya saya coba dengan konsep hits tez dari family sampai anak nongkrong, baru berjalan satu tahunan brak poin ini besar, bahwa hal kuliner dan pariwisata itu salah satu hal yang mesti di support oleh pemerintah,” tambahnya

Lebih lanjut, ia mengatakan tentang cara meningkatkan prekonomian masyarakat yang ingin mengembangkan usaha bersana, dengan manajement Break Point dengan adanya roko-roko di wilayah ini.

“Target pasar, awalnya begitu kita lihat tempat ini kan banyak ruko-ruko, akhirnya saya berpikir mau coba untuk menciptakan peluang usaha, kalau kata sombongnya meningkatkan perekonomian menengah, saya bantu servis dari produknya dan perdagangannya, hal ini karena banyak yang mau usaha mau dagang tapi gak tahu caranya,” pungkasnya. (*/Temon)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *