Galian C Terus Bermunculan di Cilegon, Banyak Oknum Terima Uang untuk Bungkam

CILEGON – Bermula dari keluhan warga yang merasa tidak nyaman akan keberadaan galian C atau tambang pasir baru yang berada di dekat pemukiman, pekerja tambang pasir yang diduga ilegal ini mengungkapkan praktik transaksional terhadap beberapa oknum dari aparat penegak hukum, pemerintahan hingga wartawan.

Oknum-oknum tersebut telah dikondisikan untuk bungkam dan mengamankan kegiatan ilegal tersebut.

Saat faktabanten.co.id melakukan pantauan langsung, sekaligus menanyakan keabsahan surat izin aktivitas penambangan, lokasi tambang baru ini selain dekat dengan ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS) memang hanya berjarak beberapa puluh meter saja dengan pemukiman warga Link Temugiring, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Aktivitas tambang pasir baru yang berdekatan dengan sawah dan rumah warga Temugiring

Rohim, dan dua orang rekannya saat diwawancarai justru mengungkap beberapa oknum wartawan, oknum polisi dan oknum TNI yang dikatakannya sudah sinergi dengan usaha tambang pasir milik bosnya tersebut.

“Waduh bosnya barusan mah pergi kang, yang punya Pak Latif, emang mau apa kang? Bukannya urusan sama masyarakat sudah temuin sama bos. Kalau mau tanya surat-surat tambang ini, tanya aja sama Pak Polisi dari Polsek sama dari Koramil sini. Soalnya suka kesini sama bos,” terang Rohim, polos.

Selain itu Rohim juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah memberikan uang untuk jatah beberapa oknum wartawan sambil menunjukan kwitansinya.

“Emang bapak dari mana? Bukanya wartawan sudah dikasih jatah sama bos, yang bawa mobil datang dikasih uang disaksikan sama polisi dan TNI, itu juga ramean. Ada juga yang ngaku wartawan provinsi si Rizal tah siapa itu namanya, pokoknya bertiga aja dikasih uang sama bos,” ungkap Rohim.

Bahkan saat wartawan faktabanten.co.id permisi hendak meninggalkan lokasi, salah satu rekan Rohim yang turut bekerja disana juga coba memberikan uang, namun Fakta Banten menolaknya.

Sementara salah satu warga Link Temugiring, yang enggan disebutkan namanya ini mengaku resah akan aktivitas tambang pasir di dekat kampungnya.

“Bukannya penambang pasir berkurang, ini malah nambah yang baru lagi. Bingung saya kang, lokasinya dekat sama kampung lagi. Sebenarnya tambang pasir di bawah kampung kami itu resmi gak sih?” ujar warga mempertanyakan kepada faktabanten.co.id, Rabu (29/11/2017) siang. (*/Ilung)