Gedung PSB di Angsana Alami Kerusakan

PANDEGLANG PENDIDIKAN

PANDEGLANG – Gedung Pusat Sumber Belajar (PSB) tepatnya di SDN Cikayas 1 Kecamatan Angasana Kabupaten Pandeglang mengalami kerusakan dibagikan platon kalau ini terus dibiarkan akan bertambah parah, bangunan sarana prasarana pendidikan yang dibangun dengan menggunakan dana hibah dari Negara Jerman pada 1998 lalu, kondisinya sangat memprihatinkan. Namun belum mendapatkan perbaikan rehabilitasi dari pemerintahan daerah.

Napsirin Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Cikayas 1 dan juga Ketua PSB, menyampaikan bahwa Gedung PSB di bangun pada 1998 lalu, dengan bantuan hibah dari Pemerintah Jerman dengan perlengakapan SEQIP (Science Education Quality Improvement Project) atau proyek peningkatan mutu pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah Dasar.

“Iya benar pada 1998 kami mendapatkan bantuan untuk bangunan gedung PSB dari Pemerintah Jerman, akan tetapi saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah,” katanya.

Napsirin menjelaskan bangunan tersebut biasa digunakan untuk setiap kegiatan perlombaan SEQIP IPA ditingkat kecamatan. Selain itu, dipakai untuk kegiatan belajar mengajar siswa kelas VI, akan tetapi kondisi bangunan sudah cukup lama rusak. Kata dia, kepada Pemkab Pandeglang atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan Rehabilitasi Gedung agar dapat di gunakan dan difungsikan kembali.

“Gedung PSB yang dibangun oleh Pemerintah Jerman Tahun 1998 yang lalu, namun sekarang kondisi bangunan sudah cukup lama dan tidak dapat dipergunakan untuk kegiatan siswa,” ujarnya

Lanjut Napsirin, PSB atau SEQIP sangat penting dalam Pembelajaran bagi Siswa untuk belajar pendidikan IPA, dengan menekankan penggunakan strategi dan metode-metode pembelajaran interaktif dengan berbagai sumber belajar. Maka dari itu pihaknya menyarankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang agar bisa segera memperbaikinya, karena kalau dibiarkan begitu lama bangunan tersebut akan bertambah parah dan bisa ambruk.

“Kami hawatir bangunan tersebut ambruk dan menimpa anak-anak sekolah, karena posisi berada ditengah-tengah bangunan sekolah, intinya kami minta segera direhab agar bisa dipergunakan untuk kegiatan siswa,” imbuhnya.

Bukan hanya gedung PSB saja yang rusak, akan tetapi bangunan lainnya juga rusak seperti perpustakaan mengalami kerusakan yang cukup berat dan tidak bisa dipergunakan lagi, dari pada nanti membahayakan siswa lebih baik dikosongkan.

“Saya berharap pihak Dinas terkait untuk memperbaikinya, sehingga gedung tersebut bisa terpakai untuk kegiatan siswa,” imbuhnya.

Asep Wahyudin, Koordinator Wilayah (Korwil) menyampaikan Media SEQIP itu sangat membantu guru IPA agar dapat melakukan pembelajaran dengan mudah dan lebih tepat secara optimal, sehingga tercipta suatu pembelajaran IPA yang menyenangkan, aktif, kreatif dan efektif. Namun melihat kondisi bangunanya seperti sekarang ini pihaknya berharap melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menganggarkan rebah bangunan PSB.

“Bangunan tersebut sudah cukup lama rusak namun belum pernah mendapatkan perbaikan, namun kami sudah mengajukan ke Dindikbud untuk rehab mudah-mudahan bisa cepat terealisasi, sehingga nantinya gedung tersebut dapat dipergunakan kembali untuk kegiatan siswa,” ungkapnya. (Oriel)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *