GenPi Banten Gelar Pasar Kaulinan Menes Rutin Setiap Minggu

KOMUNITAS PANDEGLANG WISATA

PANDEGLANG – Generasi Pesona Indonesia (GenPi) yang merupakan sebuah komunitas yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata dinilai memiliki kontribusi aktif dalam mempromosikan pariwisata “go digital” melalui media sosial seperti blog, facebook, twitter, instagram, dan lainnya.

Untuk itu, dalam upayanya mengembangkan sektor destinasi digital, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Banten dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM kepariwisataan, menggelar Pasar Kaulinan Menes, kegiatan yang di buka pada hari Minggu 18 maret 2018 kemarin, bertempat di Baitul Hamdi, Kecamatan Menes, Pandeglang, sejatinya akan digelar secara berkala setiap hari minggu.

Ketua GenPi Banten, Nisa’ul Hasanah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berawal dari konsep yang sederhana, selain sebagai bagian dari program “wonderful of Indonesia”, juga sebagai pengembangan potensi baru di daerah yang diharapkan bisa lebih memberdayakan potensi masyarakat.

“Konsepnya sederhana, pasar tradisional yang terkonsep jaman now, kita mix antara nature dan culture. Dan soft launching sendiri, masyarakat sangat antusias, sekitar 1000 sampe 1500 orang menghadiri kegiatan ini,” ucapnya.

Nisa pun menuturkan bahwa event yang akan digelar setiap hari minggu tersebut, memberikan tantangan tersendiri bagi pihaknya dalam menyajikan event-event berbeda di setiap minggunya agar masyarakat yang hadir bisa lebih banyak lagi.

“Senjata kita hanya gadget, tapi dari situ kita mempromosikan setiap event-event wonderful of Indonesia, seperti pasar GenPi ini,” ujarnya.

“Ini program GenPi Indonesia, total sudah ada sebelas event sama yang sudah dilakukan di seluruh Indonesia, dan disini adalah yang kesebelas,” imbuhnya.

Pasar Kaulinan Menes dipilih sebagai nama kegiatan tersebut, menurut Nisa karena hal tersebut lebih bisa memunculkan identitas kegiatan tersebut, terlebih kegiatan tersebut diadakan di daerah Menes yang lekat dengan budaya sunda.

“Hanya Pasar Kaulinan Menes yang membawa nama daerahnya, kalau yang lain ada Pasar Semarangan, Pasar Tahura, Pasar Karetan, Pasar Bakelir dan lain-lain, tapi tidak ada yang membawa nama daerahnya,” jelasnya.

Ia pun berharap, kegiatan tersebut bisa mengembangkan perekonomian masyarakat, dan kedepan akan lebih banyak lagi masyarakat yang datang ke pasar genPi tersebut.

“Diharapkan bisa menumbuhkan destinasi baru, dan kedepan bukan hanya lokal yang hadir, mudah-mudahan bisa menarik wisatawan mancanegara juga,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Eneng Nurcahyati yang hadir dan membuka launching pertama Pasar Kaulinan Menes, memberikan apresiasinya terhadap digelarnya acara tersebut.

Ia menilai, kegiatan tersebut bisa menciptakan ekonomi kreatif masyarakat yang memunculkan tradisi dan budaya yang ada di masyarakat.

“Tujuannya, membuat kegiatan yang instagramable,” Kata Eneng Nurcahyati.

Ketika disinggung terkait pemilihan lokasi, Wanita yang kerap dipanggil Bunda tersebut menjelaskan dipilihnya Menes sebagai lokasi digelarnya kegiatan tersebut dikarenakan Menes punya sisi historis yang sudah dikenal, dan dari segi geografis pun dirasa memadai diselenggarakannya kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Kadis Pariwisata membeberkan konsep yang diterapkan dalam kegiatan pasar tersebut, “Disini bukan hanya diajarkan berdagang, tapi dari segi pembayarannya dikemas berbeda dan unik,” tandasnya.

Ia pun berharap pasar tersebut bisa menyinergikan setiap elemen masyarakat, dan ia pun mengundang semua pihak untuk bisa memberikan support nya terhadap kegiatan tersebut.

“Harapannya ada dukungan dari berbagai pihak untuk ikut mensosialisasikan kegiatan tersebut,” tukasnya.

Sejumlah kesenian tradisional dan kebudayaan turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut guna memberikan sisi entertaint dan edukasi kepada masyarakat, pengunjung juga bisa menikmati berbagai permainan anak-anak tahun 90-an, dan disediakan pula tempat bermain untuk anak-anak, disamping ada sejumlah perlombaan yang digelar pada pasar tersebut yang diperuntukkan untuk anak-anak.

Pasar Kaulinan Menes sendiri akan diadakan rutin setiap hari minggu, dibuka dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang, bertempat di Baitul Hamdi Menes. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *