Hadapi Lebaran, Ada Penambahan 20% Alokasi Gas 3Kg untuk Wilayah Banten

SERANG

SERANG – Menyikapi adanya keluhan dari masyarakat di beberapa daerah di Banten terkait adanya kelangkaan dan melonjaknya harga tabung gas elpiji 3kg, Hiswana Migas DPC Provinsi Banten nyatakan bahwa alokasi pendistribusian gas 3kg sudah ditambahkan sebanyak 20% dari alokasi harian untuk seluruh pangkalan di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kabupaten Lebak.

Disampaikan Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas DPC Provinsi Banten, Yudi Lukman, bahwa pihaknya menambah alokasi gas 3 kg dalam upaya menjaga stabilitas harga, serta agar memudahkan masyarakat mendapatkan gas 3kg di momen hari raya.

“Ada penambahan alokasi untuk di Banten, sebanyak 20% dari alokasi harian. Semua dapat tambahan. Kalau ada pangkalan yang merasa jatahnya dikurangi dari bulan lalu, silahkan laporkan ke kami, kami siap melakukan penindakan,” ucapnya saat berbincang dengan faktabanten.co.id diruang kerjanya, Senin (11/6/2018).

Dikonfirmasi terkait adanya pihak-pihak yang menjual gas 3kg dengan harga di atas harga standar. Ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas menjaga stabilitas harga ditingkat agen dan pangkalan saja.

“Biasanya itu terjadi di warung-warung kan? Tugas kita hanya menjaga harga stabil di tingkat agen dan pangkalan, kalau ketauan menyelewengkan wewenang, bisa kita tegur dan kita tindak,” ujarnya.

Namun diakui Yudi, bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan penindakan terhadap warung-warung (pengecer) yang menjual harga gas 3kg dengan harga tinggi.

“Di luar agen dan pangkalan, itu kita ga bisa, bukan wewenang kita. Karena kita juga ga tau dia beli dimana, bisa saja dia beli bukan dari pangkalan langsung, tapi dari orang kedua atau ketiga, makanya harganya mahal,” ungkapnya.

“Kita juga tidak membiarkan, tapi kalau terjadi seperti itu kita cari tau persoalannya, kita monitoring. Tapi kita hanya sebatas menjaga, tidak bisa melakukan penindakan ke warung-warung itu, karena dasar hukumnya yang ga ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan bahwa selain indikasi pembelian dari pihak kedua dan ketiga tersebut, ada hal lain yang bisa mengindikasikan terjadinya warung-warung menjual harga tinggi gas 3 kg, terlebih untuk wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

“Kalau untuk Pandeglang dan Lebak, kadang akses transportasi juga bisa jadi kendala terhambatnya pendistribusian. Apalagi itu kan daerah wisata. Kalau hari libur lebaran gini bisa membludak wisatawan, hingga bisa membuat jalan macet,” paparnya.

“Bukan itu saja, kadang warung-warung yang ada di perkampungan pelosok beli gas 3kg bukan dari pangkalan tapi dari yang keliling pake motor atau beli di warung dipinggir jalan besar semisal. Nah dia kan pasti jual lebih dari harga dia beli, kadang juga masyarakat dibeli aja, mikirnya daripada harus ke warung disana meski lebih murah dua ribu, tapi kan jaraknya agak jauh, belum kalau pake ojeg, alah dua ribu ini, biasanya gitu kan,” tambahnya.

Ia pun mempersilahkan kepada masyarakat untuk melakukan pengaduan terhadap pihaknya apabila ditemukan agen atau pangkalan gas elpiji yang terindikasi menyalahi aturan dan wewenangnya.

“Silahkan bisa diadukan ke kita, nanti kita monitoring dan siap tangani. Kalau terbukti agen atau pangkalan itu bertindak nakal, akan kita tindak dan beri sanksi,” tegasnya. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *