Harga Jagung Mulai Anjlok, Bulog Diminta Jangan Korbankan Lagi Petani

EKONOMI NASIONAL

Jakarta – Sepanjangan tahun 2018, di beberapa daerah sentra produksi jagung seperti di Jawa Timur, NTB, NTT, Sulsel, Gorontalo, Lampung dan lainnya sedang berlangsung panen raya. Luas panen jagung pada Januari 2018 kemarin sekitar 770 ribu ha dan Februari ini mencapai 1 juta hektar.

Namun, harga jagung saat ini di beberapa daerah yang merupakan sentra produksi turun di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). Hal ini terungkap dari data Pusat Informasi Pasar (PIP) per tanggal 26 Februari 2018. Harga jagung mencapai Rp 3.000 hingga Rp 1.800 per kg.

Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA), Deni Rusdiana menilai penurunan harga jagung ini harus segera disikapi agar tidak membuat petani merugi. Sebab dapat berdampak pada gagalnya upaya pemerintah dalam mewujudkan amanah Nawacita Jokowi-JK yakni mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harga di bawah HAP berdampak nyata pada kesejahteraan petani dan menggagalkan visi Nawacita Jokowi. Apalagi pesan Presiden Jokowi bahwa petani tidak boleh merugi, harus sejahtera,” tuturnya.

“Kuncinya Bulog dan semua pihak harus turun membelinya,” imbuh Deni.

Adapun sesuai dengan Permendag Nomor 47/M-DAG/PER/2017 tentang Harga Acuan Pembelian (HAP) di petani untuk jagung dengan kadar air 15 persen yakni Rp 3.150 per kg.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi menegaskan pada Februari 2018 ini memang terjadi panen raya jagung seluas 1 juta ha. Terutama di daerah sentra yakni Provinsi Sulawesi Selatan, NTB, Gorontalo, NTT, Lampung, Jawa Timur

“Selain berkoordinasi dengan Bulog, kami juga akan mendorong perusahaan pakan ternak yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) untuk membeli jagung petani,” ungkapnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Pasar (PIP), penurunan harga jagung yang tajam yakni di bawah Rp 2.500 hingga Rp 1.800 per kg terjadi di Kabupaten Aceh Timur, Tabalong (Kalimanatan Selatan), Metro (Lampung), Soppeng (Sulsel), Karo dan Samosir (Sumut).

Kemudian, harga jagung antara Rp 2.600 hingga Rp 3.000 per kg terjadi di Kabupaten Pidie Jaya (Aceh), Bengkulu Selatan, Kepahiang, Seluma (Bengkulu), Gunung Kidul, Bone Bolango, Pohuwatu, Kerinci, Blora, Cilacap, Grobogan, Purbalingga, Wonogiri, Bojonegoro, Kediri, Pasuruan, Sumenep, Tuban, Barito Utara, Lombok Utara, Enrekang, Luwu, Sidrap, Parigi Moutong, Poso, Buton Selatan, Pasaman, Banyuasin, Ogan Komering Ulu, dan Pagar Alam. (*/Mediaharapan.com)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *