Hiswana Migas Belum Pastikan Gas 3Kg Non-Subsidi Kapan Masuk Banten

BANTEN SERANG

SERANG – PT Pertamina kembali memberikan varian baru produk elpiji 3kg, yakni bright gas 3kg non-subsidi.

Dengan warna tabung pink fusschia tersebut, uji pasar secara terbuka dilakukan di 2 Kota besar yakni Jakarta dan Surabaya, dan akan diedarkan awal Juli 2018 sebanyak 5000 tabung.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Banten, Yudi Lukman, menyampaikan bahwa produk baru brigt gas 3kg yang diedarkan PT Pertamina baru sebatas uji coba, dan diperuntukkan bagi kalangan masyarakat menengah ke atas.

“Bright gas 3kg itu baru setara uji coba sebanyak 5000 tabung, ya peredarannya di wilayah Jakarta 3500 tabung dan sisanya 1500 tabung di wilayah Surabaya,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/7/2018) sore.

“Untuk sementara daerah baru hanya Jakarta dan Surabaya, karena tahap percobaan ini butuh waktu untuk tahap pengkajian kembali, biasanya enam bulan,” tambahnya.

Dikatakan Yudi, gas 3kg non-subsidi tersebut memiliki harga jual agen sebesar Rp39 ribu dan harga dipengecer Rp42 ribu tersebut diuji coba kan peredarannya sebagai upaya alternatif mengurangi pengguna gas 3kg bersubsidi yang masih banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke atas.

“Itu hanya alternatif pilihan produk baru saja, karena mengurangi porsi 3kg supaya bisa lebih tepat sasaran. Karena masih banyak masyarakat mampu yang menggunakan gas 3kg bersubsidi,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya keluar produk baru 3kg non-subsidi bisa menambah kesadaran bagi masyarakat mampu untuk tidak menggunakan gas 3kg bersubsidi,” lanjutnya.

Diakui Yudi, saat ini peredaran bright gas 3kg non-subsidi tersebut belum memasuki wilayah Banten, karena masih dalam tahap pengujian di pasaran Jakarta dan Surabaya untuk melihat sejauh mana peminat dari produk tersebut.

“Setelah pengujian marketing pasarnya seperti apa peminat dan konsumennya, itu akan dibawa kembali untuk pengkajian apakah bisa dilanjutkan atau sementara dihentikan,” ujarnya.

“Untuk sementara daerah Banten belum di uji coba, mengingat ini untuk masyarakat mampu, di Jakarta dan Surabaya saja peredarannya ditempatkan di SPBU dekat perumahan-perumahan elit,” tambahnya.

Yudi pun menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Daerah di Banten untuk menghimbau PNS yang berada dibawah naungannya untuk tidak menggunakan gas 3kg bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu.

“Kami sudah deklarasi sebagai motornya menghimbau Walikota atau Bupati supaya PNS dibawah naungannya tidak membeli gas yang bersubsidi karena mereka merupakan masyarakat yang tidak layan membeli yang bersubsidi,” himbaunya.

Ditegaskan Yudi, bahwa masyarakat Banten untuk tidak terlalu khawatir terkait beredarnya produk baru PT. Pertamina tersebut. Menurutnya, selain produk itu belum tentu masuk ke Banten karena masih tahap pengujian di Kota Besar, tapi juga karena pemerintah konsisten untuk tidak menghilangkan gas 3kg bersubsidi.

“Wajar kalau ada kekhawatiran masyarakat, tapi pemerintah konsisten tidak akan menghilangkan gas bersubsidi. Dan keliatannya untuk daerah Banten masih belum, karena ini baru tahap ujicoba yang belum tentu dilanjutkan dan bisa saja dihentikan sesuai nanti hasil pengujian konsumennya,” tandasnya. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *