Irwan Firmansyah: Rp 6 Ribu Masih Saya Simpan Sampai Sekarang

CILEGON – Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) saat ini mungkin menjadi profesi yang diidam-idamkan oleh sebagian masyarakat. Namun jalan untuk menjadi seorang abdi negara tentu tidaklah selalu mudah, dan seindah seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Setidaknya perjalanan berliku meniti karir kepegawaian pernah dialami oleh Irwan Firmansyah, yang saat ini menjadi Ajudan Ketua DPRD Cilegon.

Irwan meniti karir sebagai abdi pemerintah di lingkungan Pemkot Cilegon dimulai dari petugas lapangan di Dinas Perhubungan (Dishub) dengan status honorer harian lepas.

Awal tahun 2.000 an bergabung dengan Pemkot Cilegon, Irwan mengaku mendapatkan honor harian, dan uang pertama yang didapatkan saat hari pertama kerja hanya sebesar Rp 6 ribu.

“Uang pertama kerja yang saya dapat itu 6 ribu rupiah, tapi disyukuri dan sampai sekarang masih saya simpan,” ungkapnya bercerita kepada Fakta Banten, Senin (6/2).

Irwan menjalani karir di Dinas Perhubungan hingga 11 tahun lamanya, karena dirinya lambat dalam penyesuaian pangkat sehingga berimbas pada lambatnya mendapatkan jabatan.

“Saya tugas di Dishub, dari mulai TKS sampai akhirnya diterima sebagai PNS. Hanya saja waktu mendaftar PNS saya menggunakan ijazah SMA, jadinya ketika kepangkatan hanya dapat golongan 2 A waktu itu, jadi dibanding dengan teman-teman seangkatan saya terlambat dapat jabatan,” ujarnya lagi.

Menjalani karir petugas lapangan di Dishub merupakan kesan yang tak terlupakan bagi Irwan. Dari situlah ayah 3 anak ini merasakan pahit manisnya sebagai pegawai pemerintah.

“Waktu di petugas lapangan Dishub itu, kalau jaga sehari bisa dapat makan nasi Padang aja udah paling hebat dan bersyukur itu. Waktunya itu nagihin retribusi kendaraan di jalanan, Angkot aja paling gede 500 rupiah, itupun gak semua kendaraan lewat ngasih, tapi ya disyukuri saja yang penting kerja kita fokus mencapai target pendapatan retribusi dalam satu hari itu sesuai arahan komandan. Kalau ada lebih, ya baru kita bisa nikmatin nasi Padang,” ceritanya.

Namun pengalaman manis juga pernah dialaminya saat bertugas di Dishub, setidaknya Irwan mengaku banyak memiliki kenalan dengan orang-orang lapangan termasuk sopir angkutan.

“Karena pada kenal ya, jadinya kalau kemana-mana gratis terus naik angkutan. Kalau naik bus ke Bandung waktu itu, gak pernah diminta ongkos, malah kadang diajak makan sama sopir dan kernetnya, ya rejeki orang baik kali ya,” ujarnya berkelakar.

Terkait uang pendapatan perdananya, Irwan mengaku hal itu menjadi cambuk semangat untuk karir masa depannya.

“Sampai sekarang masih saya simpan uang itu. Bukan berarti buat jimat, tapi ini ada sejarahnya. Untuk jadi penyemangat masa depan,” tuturnya.

“Bahkan anak sempat lihat-lihat dompet nemuin uangnya, diminta buat jajan, saya bilang gak boleh karena ini ada sejarahnya. Biar belajar dari perjuangan ayahnya,” ujar Irwan yang juga pernah menjadi staff protokol Walikota Cilegon ini. (*)