www.faktabanten.co.id
Suara Merdeka Rakyat Banten
Dompet Dhuafa__Qurban

Israel Gempur Gaza Lagi, 6 Tewas Termasuk Perempuan Hamil dan Bayinya

0

FAKTA BANTEN – Konflik lintas perbatasan antara Palestina dan Israel di jalur Gaza kembali memanas. Hamas yang merupakan organisasi Islam Palestina dengan tentara Israel kembali saling melancarkan serangan roket ke kota-kota dan desa kedua negara pada Sabtu (4/5/2019). 

Israel dengan kekuatan persenjataannya terus melancarkan serangan udara ke Gaza dengan tembakan dari tank, yang menewaskan empat warga Palestina.

Seketika Gaza porak-poranda. Warga yang saat itu tengah disibukkan dengan aktivitas membeli bahan makanan untuk menyambut Ramadhan pecah oleh serangan dan ledakan. Total enam orang tewas, dua di antaranya tentara Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan tiga dari enam korban tewas itu adalah bayi Palestina berusia 14 bulan dan ibunya yang sedang mengandung.

“Pesawat Israel menembakkan rudal di dekat rumah dan pecahan peluru memasuki rumah, menghantam bayi kami yang malang,” kata kerabat ibu dari bayi itu, Ibtessam Abu Arar, dilansir Reuters.

Kendati demikian, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, membantah pihaknya telah membunuh perempuan dan bayi Palestina. Adraee justru menuding serangan udara itu merupakan serangan Hamas yang salah sasaran karena gagal mendarat di tanah Israel.

“Menurut indikasi, bayi dan ibunya tewas sebagai akibat dari serangan Palestina, dan bukan sebagai akibat dari serangan Israel,” katanya di Twitter, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Diberitakan Associated Press, Militer Israel telah menyerang peluncur roket, terowongan, lokasi pelatihan, gudang penyimpanan, dan gudang-gudang Hamas di Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Hamas harus membayar “harga mahal” untuk serangan roketnya terhadap Israel.

Salah satu serangan udara turut menghantam bangunan komersial dan perumahan enam lantai yang menampung Kantor berita Turki, Anadolu Agency. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menyebutnya sebagai “contoh baru agresi Israel yang tidak terkendali.”

Jonathan Rieck, direktur ruang gawat darurat di Pusat Medis Barzilai di Ashkelon, mengatakan mereka telah merawat sekitar 80 orang, sebagian besar karena gejala syok, tetapi beberapa dengan luka di badan, termasuk seorang pria lanjut usia yang berada dalam kondisi kritis akibat cedera kepala. (*/Kumparan)

Dompet Dhuafa__Qurban Bawah

Dapatkan notifikasi lansung ke perangkat Anda, Klik Aktifkan

error: www.faktabanten.co.id