Jelang Tahun Baru, Wisatawan Mulai Ramai Berkunjung ke Suku Baduy

BUDAYA LEBAK WISATA

LEBAK – Kawasan permukiman tradisional masyarakat adat Suku Baduy yang berada di pedalaman Kenekes, Kabupaten Lebak, terbilang selama dua hari terakhir ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan yang mengisi liburan Tahun Baru 2018.

Diantara wisatawan itu, berasal dari berbagai daerah di Provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Seperti Arif, wisatawan asal Jakarta yang mengaku sudah dua kali mengunjungi Baduy.

“Kami datang ke sini sudah dua kali mengisi liburan tahun baru bersama anggota keluarga,” katanya, kepada faktabanten.co.id, Sabtu (30/12/2017).

Semakin ramainya wisatawan yang berkunjung, menjadikan kawasan Baduy ini dijadikan objek wisata yang ada di Provinsi Banten dan cukup menarik. Ada keunggulan tersendiri dari wisata cultural Baduy yang bisa memberi pengetahuan tentang kehidupan masyarakat setempat.

Diketahui, hingga saat ini kehidupan masyarakat Baduy masih mempertahankan budaya peninggalan nenek moyang juga menolak berbagai peralatan modern, seperti elektronika, penerangan listrik, dan kendaraan.

Terlebih bagi masyarakat Baduy dalam, yang menolak pembangunan sarana infrastuktur jalan. Mereka masyarakat Baduy sangat damai bersahaja mencintai dan hidup harmonis bersama alam dengan kehidupan yang sederhana.

Hal ini bisa dilihat dari bentuk rumah masyarakat Baduy yang dibangun menggunakan bahan dari alam langsung, seperti bilik bambu dan atap rumbia, tanpa adanya toilet. Sehingga tidak ditemukan rumah selayaknya masyarakat umumnya.

Meskipun demikian, masyarakat Baduy juga tidak mengalami kesulitan ekonomi, apalagi pangan. karena kehidupan mereka mengandalkan dari bercocok tanam ladang dan huma.

Dan hal inilah yang melatari Arif mengajak keluarga mengunjungi Baduy.
“Kami senang mengunjungi warga Baduy untuk dijadikan momentum tahun baru agar menanamkan kehidupan sederhana, tapi ketahanan pangan keluarga mencukupinya,” kata Arif.

Begitu juga wisatawan Suhendro, wisatawan asal Tanggerang, yang mengatakan dirinya pertama kali mengunjungi permukiman Baduy pada liburan tahun baru ini karena penasaran untuk melihat langsung kehidupan masyarakat Baduy.
Selama ini dirinya mengetahui masyarakat Baduy hanya dari media elektronika dan belum pernah mengunjunginya.

“Kami bangga melihat warga Baduy yang hingga kini menolak hidup modern, namun kehidupan mereka lebih sejahtera,” katanya.

Sementara Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Sarpin mengatakan diperkirakan liburan tahun baru jumlah pengunjung sangat banyak. Biasanya objek wisata Baduy banyak dikunjungi wisatawan karena liburan sekolah dan pergantian tahun baru.

Mereka berkunjung kebanyakan karena penasaran ingin tahu langung akan masyarakat Baduy. Sebagian besar wisawatan ke kawasan permukiman masyarakat Baduy untuk konservasi maupun pengetahuan budaya setempat.

“Semua warga Baduy dengan penduduk 10.110 KK menolak kehidupan modernisasi,” katanya.

Berbeda dengan masyarakat Baduy Dalam yang tertutup. Samin, warga Baduy Luar mengaku dirinya setiap hari kedatangan wisatawan yang ingin sekedar mengobrol tentang kehidupan masyarakat Baduy, para pengunjung tersebut mereka menginap di rumah-rumah penduduk untuk mengetahui kehidupan masyarakat Baduy.

“Kami sangat terbuka untuk menerima kunjungan wisatawan itu,” katanya. (*/Sandi)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *