Kementerian LHK Memverifikasi Kampung Iklim Randakari di Cilegon

BUDAYA CILEGON HEADLINE PEMERINTAHAN

CILEGON – Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk peningkatan kapasitas masyarakat dan menjadi masyarakat tangguh iklim.

Setelah meresmikan Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Makmur beberapa waktu lalu, KLHK melakukan verifikasi proklim di Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (6/8/2018).

Warga Kampung Proklim Randakari, Ciwandan, antusias menyambut kedatangan Tim Kementerian LHK / Dok

Program Kampung Iklim di Randakari meliputi Kelompok Wanita Tani (KWT), Bank Sampah Berkah Lestari, Koperasi Biwara dan Lumbung Ilmu. Program tersebut merupakan program berkelanjutan yang digagas oleh masyarakat.

Sebelumnya, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten, Proklim Randakari terpilih mewakili Kota Cilegon sebagai kampung iklim. Saat menginput data kegiatan dan aktivitas masyarakat melalui programnya, Proklim Randakari mendapat nilai 89,17 dengan angka minimal 81.

Setelah penilaian input data diajukan ke KLHK oleh DLH Provinsi, tim verifikasi meninjau langsung ke lokasi.

“Randakari menjadi 1 diantara 207 lokasi yang di verifikasi dari 607 pengusulan proklim tahun ini, dan yang diverifikasi adalah yang mencapai nilai diatas 81 saat pengusulan SRN,” ungkap Hellyta Haska selaku tim Verifikasi dari KLHK.

Menurut Hellyta apa yang dilakukan masyarakat Randakari sebagai salah satu bentuk adaptasi menjadikan lingkungannya nyaman untuk ditinggali.

“Untuk nilai kita lihat relevansinya semoga nilai Randakari bisa naik. Kalaupun tidak, masuk penerima proklim utama. tapi yang menjadi tujuan sudah dinikmati masyarakat di Randakari,” imbuhnya.

Ngapiyo Wahyudi, selaku Ketua Proklim Randakari dalam sambutannya mengatakan, ia bersama warga lainnya menginginkan kampungnya menjadi kampung yang asri dan bersih. Pola perilaku warga inilah yang senantiasa kami lakukan dengan warga.

“Edukasi kepada warga inilah bagian yang paling penting. Tanpa adanya edukasi ke warga tak mungkin Proklim Randakari berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, CSR PT Indocement, Bambang Nugroho Yulianto yang selama membina Proklim Randakari dalam sambutannya mengatakan, Randakari salah satu wilayah yang dikepung sama industri, kanan, kiri, depan, belakang. Salah satu yang harus dilakukan ialah melakukan penghijauan di lingkungan warga.

“Indocement menjadi mitra CSR di Proklim Randakari sejak tahun 2014. Program berkelanjutan ini yang kami bidik melalui Bank Sampah, KWT, Koperasi dan Lumbung Ilmu,” ungkapnya.

Kedepan, Proklim Randakari akan dibidik menjadi kampung wisata atau desa wisata.

“Yang sedang dikerjakan saat ini adalah kampung warna dengan melukis tembok-tembok 3 dimensi,” tutupnya. (*/Cholis)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *