KPAI Sebut “Pemelintiran” Berita oleh Media, Bikin Siswi SDN Sadah Merasa Bersalah

SERANG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan adanya upaya “pemelintiran” pemberitaan oleh sejumlah media masa, tentang siswa Sekolah Dasar (SD) Sadah di Kabupaten Serang, Devi Marsya, yang videonya sempat viral di media sosial.

Menurut KPAI, pemberitaan media seolah-olah menggiring bahwa Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah memanggil Devi dan orangtuanya ke Pendopo Bupati, setelah tulisannya tentang ‘Sekolah Seperti Kandang Kerbau’ ramai.

Akibatnya, Devi merasa tertekan dan disudutkan karena datang ke Pendopo Bupati bersama orang tua dan pihak sekolah. Padahal upaya Devi adalah murni atas dasar keinginannya.

Salah seorang Komisioner KPAI Retno Listyarti mengungkap, saat ini pihaknya tengah melakukan pendampingan terhadap Devi karena khawatir psikologisnya terganggu.

“Jadi begini, kemarin memang ananda Devi datang bersama orangtua dan sekolah atas keinginannya untuk bertemu Bupati Serang. Jadi setelah pemberitaan media yang menyebut dia dipanggil untuk diinterogasi masalah tulisannya, ananda Devi ini merasa bersalah,” kata Retno ditemui Awak Media di SDN Sadah, Kamis (7/12/2107).

Lagipula, lanjutnya, tulisan Devi soal kondisi sekolahnya yang kurang layak, bukan dia yang memviralkan.

“Perlu diketahui bahwa, waktu itu ada lomba menulis yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa. Ananda ini anak yang cerdas, dari satu kelas yang mengikuti lomba, tulisannya lah yang terpilih menjadi pemenang. Lalu Dompet Dhuafa yang menyebarluaskan tulisan itu,” terang Retno.

Menurutnya, soal Devi sampai tidak mengikuti ujian, inipun merupakan keputusan yang diambil keluarga dengan sebelumnya telah mendapatkan izin dari sekolah. Oleh sebab itu, Retno meminta kepada media untuk tidak membuat pemberitaan yang dapat mengancam Devi secara psikologis.

“Pihak sekolah menilai Devi adalah siswa yang cerdas dan bisa mengikuti ujian susulan. Mari kita ambil hikmahnya dan jangan menyudutkan siapa pun. Kasihan kan anaknya jadi merasa tertekan karena pemberitaan media,” Retno. (*/David)