Kumpul di Anyer, Komunitas Facebook Tjilegon Tempoe Doeloe Kembali Reuni-an

BUDAYA CILEGON KOMUNITAS

CILEGON – Setelah sekian lama vakum, komunitas Tjilegon Tempoe Doeloe (TTD) kembali berkumpul untuk bersilaturahmi dan temu kangen dalam reuni yang diselenggarakan di Pantai Djayakarta Kawasan Wisata Anyer, pada hari ini Minggu (22/10/2017).

Komunitas atau grup TTD sendiri merupakan perkumpulan yang berlatar sosio culture yang terbentuk dari inisiasi para warga Cilegon dan Serang yang bermula terinspirasi dari interaksi di Facebook yang concern membahas tema sejarah dan kebudayaan Banten, khususnya Cilegon dan Serang.

Setelah beberapa kali mengadakan Kopi Darat (Kopdar), para tetua seperti, Nawawi Sahim, Tatu Nurjanah Jaha, Ade Fachrudin, Muhadjirin, Ma’ruf, Nurwulan Lintang dan sebagainya, kemudian grup TTD ini disambut antusiasme warga Facebook yang begitu besar, sampai yang tergabung mencapai puluhan hingga seratus anggota lebih.

Setiap sebulan sekali grup TTD ini rutin mengadakan pertemuan sambil kungungan ke tempat-tempat yang bersejarah dan objek wisata di Cilegon hingga Banten untuk bersilaturahmi dengan tema yang mengandung unsur kebudayaan, sejarah sosial kontemporer sampai ziarah kubur.

Candaan hingga obrolan serius dengan bahasa Jawa Banten pun melekat dalam obrolan interaksi antar sesama anggota di grup tersebut. Sehingga walaupun target rencana mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memiliki museum belum tercapai, tetapi upaya menjaga Bahasa Jawa Banten dan deduluran dengan sendirinya bisa dilestarikan dalam grup ini.

Dalam pertemuan hari ini, pantauan faktabanten.co.id, tampak hadir diantara para tetua grup ini seperti Ade Fachrudin, Muhadjirin, Nurwulan Lintang dan Acong Sofyan. Ada sekitar 55 anggota lainnya turut hadir dan menggelar bacakan atau makan siang bersama-sama.

Sementara dari hasil obrolan antar anggota, banyak yang mengusulkan agar pertemuan ini kembali rutin diselenggarakan seperti sebelumnya.

“Ini usulan temen-temen grup yang kangen ingin kumpul lagi setelah kita lama vakum. Ya alhamdulillah hari ini kita bisa kumpul bareng bersilaturahmi menjaga deduluran,” ujar Muhadjirin.

Selain itu, dari hasil obrolan para anggota TTD menyepakati membuat nama baru untuk grup ini yang relevan yakni ‘STNK-Cilegon’ (Sudah Terputus Nyambung Kembali-Cilegon). Dan setelah dilakukan pemilihan, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Ade Fahrudin, Sekretaris Muhadjirin, Bendahara Elida dan penasihat Nawawi Sahim.

“Intinya bukan nama grupnya. Tapi dengan adanya pertemuan ini kita bisa saling mengenal dan bersilaturahmi, ya kedepan mudah-mudahan kita bisa kembali rutin berkumpul dan bisa menjalin deduluran,” terang Ade singkat. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *