Lestarikan Permainan Tradisional, FORMI Pandeglang Gelar Lomba Kaulinan Budak

PANDEGLANG

PANDEGLANG – Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Pandeglang menggelar sejumlah perlombaan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak jaman dahulu atau orang Sunda menyebutnya dengan Kaulinan Budak, yang diselenggaraian langsung di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (8/8/2018).

Perlombaan tradisional yang mengandung unsur rekreasi masyarakat, setidaknya mempertandingkan 14 permainan tradisional yang saat ini mulai tidak populer lagi di masyarakat Kabupaten Pandeglang, diantaranya adalah lomba hadang atau gobag sodor, Enggrang, Tarik Tambang, Terompah panjang dan banyak permainannya lainnya.

Ketua FORMI Pandeglang Yangto, menuturkan bahwa perlombaan kaulinan budak ini diikuti oleh ribuan peserta dari dua kategori yang dibuka diantaranya adalah kategori umum dan pelajar.

“Kami membuat 2 kategori, pertama tingkat SMP se-kabupaten penyelenggaranya Dinas Pendidikan, kemudian tingkat SLTA dan masyarakat umum yang umurnya diatas 17 tahun maka FORMI yang mengadakan,” katanya.

Lanjut yangto menjelaskan bahwa cabang perlombaan yang diadakan oleh FORMI Pandeglang meliputi Cabang hadang (Gobag), Balap Karung, Dagongan, Egrang, Trompah Panjang dan Tarik Tambang.

Yangto mengatakan bahwa kegiatan ini tidak bisa terselenggara atas partisipasi dari berbagai pihak, karena menurutnya dengan kegiatan yang sebesar ini, jika hanya ditopang dari biaya yang ada maka kegiatan tersebut tidak akan terselenggara.

“Di FORMI ada 6 cabang kemudian (Dinas Pendidikan) ada 7 cabang. Ini dalam rangka pencarian bakat juga untuk tingkat nasional dan Provinsi. Kalau anggaran tadi Bupati kasih Rp 50 juta tapi tadi untuk hadiah juga sudah Rp 23 juta belum wasit kami, kayanya wasit kami wasit terbesar satu cabang aja bisa 6 orang wasit. Kalau anggaran kami juga dibantu sponsor-sponsor,” ungkapnya.

Sementara itu, Salah seorang sponsor kegiatan Festival Olahraga Tradisional, Direktur Utama BUMD PD Pandeglang Berkah Maju, Enjum Jumhana mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dengan kegiatan yang digelar oleh FORMI, karena menurutnya dengan digelarnya kaulinan budak merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya lokal.

Karena kegiatan semacam ini jarang sekali ditemukan, oleh karenanya sebagai warga lokal ia dan semua masyarakat patut melestarikan kebudayaan lokal yang hampir punah ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan lomba Kaulinan Budak ini, karena lomba atau permainan tradisional harus terus dilestarikan, karena anak-anak zaman sekarang sudah hampir tidak mengenal permainan yang dulu kita mainkan, jadi kita harus membudayakan kearifan lokal yang harus kita tingkatkan budayanya, ini jarang sekali ada. Dengan adanya kegiatan ini otomatis gotong royong ini tercipta, itulah mungkin sendi-sendi yang paling mendasar,” bebernya. (Gatot)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *