Letusan Meriam Tanda Berbuka Puasa, Tradisi yang Masih Dilestarikan Masjid Agung Lebak

BUDAYA LEBAK

LEBAK – Ibadah puasa merupakan kewajiban umat muslim yang telah ada sejak ratusan tahun lamanya, banyak tradisi dan kebiasaan unik di berbagai belahan dunia yang menyertai ibadah ini.

Salah satunya di Mesjid Agung Al-Araaf, Rangkasbitung Kabupaten Lebak, petugas dari Mesjid Agung akan menembakkan dua buah meriam untuk memberi tahu jika waktu berbuka puasa telah datang. Dan kebiasaan yang telah ada sejak 20 tahun lalu ini masih dijalankan sampai sekarang.

Chandra petugas Masjid yang biasa menyalakan meriam kepada fakta banten.co.id mengatakan, jika DKM masjid Agung telah menjalankan tradisi tersebut selama puluhan tahun sebagai tradisi menjelang berbuka puasa dan menjelang sahur.

“Kita menyalakan meriam tersebut tiga kali untuk menandakan berbuka puasa, dan untuk menjelang sahur dinyalakan dua kali,” ujar Chandra Sabtu (26/5/2018).

Ia menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk dalam menjalankan tradisi, pihak masjid telah menempatkan 2 meriam di samping masjid.

“Kita menempatkan dua buah meriam ini disamping mesjid untuk menandai waktu berbuka puasa,” imbuhnya

Sementara itu, Hendra salah satu pengunjung mengatakan, kedatangannya bersama keluarga ke mesjid agung ini selain untuk berbuka puasa bersama ia juga ingin melihat dan menyaksikan letusan meriam secara langsung.

“Saya bersama keluarga hanya untuk menyaksikan letusan meriam menjelang buka puasa, karena, tradisi ini tradisi yang langka,” ucapnya singkat.

Setelah meriam ditembakkan, biasanya para warga yang berada di masjid agung dan menonton pertunjukkan tersebut akan dibagikan makanan untuk berbuka puasa yang telah disediakan di masjid agung hasil dari sumbangan para donatur dan warga sekitar. (*/sandi)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *