Mahasiswa Nilai 4 Tahun Kinerja DPRD Lebak Hanya Untungkan Kelompok

LEBAK

LEBAK – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Lebak, Rabu (11/7/2018).

Aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja para anggota dewan, karena selama masa tugasnya tidak mampu membawa Kabupaten Lebak keluar dari status daerah tertinggal.

Terlebih, Lebak yang merupakan daerah dimana kekayaan alam yang masih melimpah ruah, menurut mahasiswa, jangan sampai ada intervensi dari para politikus dan pengusaha yang tidak pro terhadap rakyat Lebak (pribumi).

DPRD Kabupaten Lebak, selama ini dirasa oleh KUMALA, hanya mementingkan kelompok tertentu saja, bukan lagi kepada masyarakat Lebak secara keseluruhan.

“DPRD Kabupaten Lebak sudah bekerja selama 4 tahun terakhir semenjak 2014 yang dipilih langsung oleh masyarakat melalui sistem demokrasi, dan ini merupakan ajang untuk mengevaluasi serta mendesak para anggota dewan untuk dapat menunaikan janji-janji politik saat kampanye 4 tahun silam,” tegas Koorlap Aksi, Ilham Jaya Dinata kepada wartawan, Rabu (11/7/2017).

Massa Kumala ini mengusung sejumlah isu dalam aksinya kali ini. Berikut 5 point yang disampaikan kepada Ketua DPRD Lebak; yakni 1. Evaluasi reses dan kungker; 2. Jangan bodohi rakyat dengan tameng DPRD; 3. Prioritaskan kepentingan rakyat dibandingkan partai; 4. Tingkatkan fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Lebak terhadap pemerintah; 5. Tidak berfungsinya peran DPRD sebagai penyerap, menghimpun dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat.

Ilham pun melanjutkan, mahasiswa sangat kecewa karena dalam aksinya ini tidak ditemui oleh Ketua DPRD Lebak secara langsung untuk mendengarkan keluh kesah dari massa aksi.

“Kamipun tak pernah bosan untuk dapat di garda dan barisan terdepan dari masyarakat untuk dapat menjalankan peran fungsi kami sebagai mahasiswa agen of social control. Dan semoga saja kedepannya para wakil rakyat dapat menjalankan peran fungsinya untuk dapat memantau kinerja pemerintah, bukan hanya segelintir pihak yang diuntungkan atas posisi politik mereka,” tegasnya. (*/Sandy/Eza)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *