Menengok Masjid Menara Tertinggi di Kaki Gunung Karang Banten

HEADLINE SERANG

SERANG – Masjid adalah tanda sejarah kemajuan Islam di suatu daerah dan menandai peradaban yang beradab. Hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Alloh SWT semata.

Dalam sejarah, menara-menara serta kubah masjid yang besar, seakan menjadi saksi betapa jayanya Islam pada kurun abad pertengahan.

Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid kecil yang berlantaikan tanah, dan beratapkan pelepah kurma. Dari sana beliau membangun masjid yang besar, membangun dunia ini, sehingga kota tempat beliau membangun itu benar-benar menjadi Madinah, yang arti harfiahnya adalah ‘tempat peradaban’, atau paling tidak, dari tempat tersebut lahir benih peradaban baru umat manusia.

Peradaban yang maju tidak hanya milik masyarakat perkotaan, di kampung bahkan di pelosok belantara pun berhak memiliki peradaban yang maju dan modern, seperti yang sedang diupayakan masyarakat Kampung Nengger, Desa Lebak, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.

Salah satu tokoh pemuda penggagas kampung Nengger Madani, Dede Rohana Putra mengatakan, logika sebagai masyarakat modern, bangunan masjid yang indah dan bersih akan membuat nyaman dalam beribadah.

Seperti Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah didesain indah dan bersih sehingga jutaan orang tiap waktu betah dan nyaman melakukan Ibadah di dalamnya. Jika masjid kotor dan rusak sudah pasti masyarakat modern enggan mendatangi masjid atau tidak nyaman berlama-lama beribadah di dalam masjid tersebut.

Desain Masjid Menara Negger

“Untuk itu, kami masyarakat Nengger Madani sebuah kampung di kaki Gunung Karang, di Kecamatan Ciomas yang berjarak 20 km dari pusat Kota Serang menggagas pembangunan masjid yang indah dan bersih, sebagai tempat ibadah yang nyaman sekaligus sebagai peradaban dan jati diri masyarakat,” ungkap Dede kepada wartawan faktabanten.co.id, Selasa (14/11/2017).

Didesain dan dikerjakan oleh masyarakat setempat serta disesuaikan dengan budaya dan karakter masyarakat setempat, menjadikan Masjid Menara Nengger ini memiliki keunikan tersendiri.

Masjid Menara Nengger dibangun dengan menara tertinggi di wilayah Serang Barat, memiliki menara tunggal setinggi 25 Meter dari lantai. Filosofi tunggal adalah Allah SWT Tuhan yang maha tunggal, filosofi ketinggiannya adalah jumlah nabi dan rosul yang wajib diketahui berjumlah 25.

Masjid Nengger memiliki empat tiang dari kayu yang merupakan peninggalan satu abad yang lalu dari bangunan masjid pertama di bangun. Sedangkan empat tiang ini sebagai filosofi empat sahabat yang menemani perjuangan Rosulullah dalam menengakkan syiar Islam.

“Masjid juga dibangun dengan dobel bata agar mengembalikan bangunan seperti bangunan lamanya. Masjid Nengger didesain konstruksi yang berkekuatan sampai ratusan tahun. Sehingga masjid ini akan menjadi kebanggaan umat Islam sekaligus tempat ibadah yang representatif bagi masyarakat Kampung Nengger Madani Desa Lebak Kecamatan Ciomas-Serang,” terang Ketua Ikatan Alumni STIE Al-Khairiyah ini.

Menurut Dede, Masjid Menara Nengger sebenarnya telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Kecamatan Ciomas, menurut para sesepuh di Ciomas, seratus tahun yang lalu bangunan masjid sangat jarang, hanya ada sekitar satu masjid dalam satu desa, berbeda dengan sekarang masjid ada di setiap kampung.

“Dengan kondisi bangunan yang sudah memprihatinkan, kami masyarakat setempat atas dasar ketakwaan pada Allah SWT bahu membahu untuk memugar total bangunan masjid ini,” tandasnya. (*/Yosep)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *