Mumu: Perdebatan Tentang Konsep Negara Sudah Selesai, Al-Khairiyah Akan Pertahankan NKRI

CILEGON

CILEGON –  Bermunculannya kelompok-kelompok separatis dan kasus intoleransi yang mempersoalkan eksistensi pemerintahan Indonesia dan mengancam disintegrasi bangsa saat ini, dinilai oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah Ali Mujahidin sebagai sebuah kemunduran.

Ditegaskan Ali Mujahidin, bahwa Al Khairiyah sesuai dengan khittah perjuangan para pendirinya, sejak awal telah sepakat untuk mempertahankan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Mumu ini saat pembukaan Rakernas I Al-Khairiyah, Sabtu (25/2) di Kampus Citangkil, Cilegon.

“Al Khairiyah sejak awal sudah selesai perdebatan tentang bentuk dan konsep negara, bagi kita NKRI harga mati. Bahkan saat agresi militer Belanda dan Ibu Kota Negara harus pindah dan menjadi Republik Indonesia Serikat, Brigjen Syam’un sebagai salah satu perwakilan pejuang dari Banten memberikan dukungan penuh untuk tetap tegaknya NKRI. Ada pihak-pihak yang ingin khilafah, atau merubah dasar Pancasila, saya mengimbau kader Al Khairiyah tidak perlu ikut-ikutan karena hal itu jelas tidak sesuai dengan sejarah kita,” ujar Mumu dalam sambutannya.

Mantan Ketua Kadin Kota Cilegon ini juga kembali menegaskan bahwa, posisi Ormas Islam Al-Khairiyah akan memilih untuk menjaga NKRI, di tengah merebaknya konflik pertentangan antar RAS dan agama yang mengancam keutuhan bangsa.

“Posisi Al-Khairiyah jelas, akan tetap menjaga NKRI,” tegasnya lagi.

Mengenai karakteristik perjuangan Al Khairiyah, Mumu juga menegaskan bahwa sebagai Ormas Islam Al Khairiyah akan konsen dengan pendidikan dan dakwah.

“Melakukan kebaikan itu baik, mencegah kerusakan itu jauh lebih baik. Jadi prinsip kita amar ma’ruf nahyi munkar, namun untuk mencegah kemungkaran harus dilakukan dengan cara yang ma’ruf. Termasuk mengingatkan pemerintah kita, menjadi pengontrol kebijakan pemerintah,” jelas Mumu.

Rakernas Al-Khairiyah Periode 2016-2021 ini untuk pertama kalinya dilaksanakan, diikuti oleh sekitar 630 cabang dari seluruh Indonesia. Selain dihadiri pengurus cabang dan kader, Rakernas yang turut dihadiri PJ Gubernur Banten Nata Irawan ini, juga dirangkaikan dengan dilantiknya sebanyak 22 wadah Badan Otonom oleh Pengurus Besar Al Khairiyah. (*)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *