Muswil GEMA MA Banten Aklamasi Angkat Miftah Farid Jadi Ketua Umum

SERANG

SERANG – Gelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Pemuda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) Provinsi Banten pada Sabtu 4 Februari 2018 di Kampus UNMA Pasca Sarjana Serang telah usai.

Hasilnya, Miftahul Farid Syukur ditetapkan untuk menjadi nahkoda DPW GEMA MA hingga lima tahun ke depan.

Sebelumnya saat pembukaan Muswil, turut hadir Ketua Umum PW MA Banten Babay Sujawandi, Ketua Umum DPP GEMA MA Ahmad Nawawi, dan tokoh-tokoh GEMA MA lainnya.

Pantauan Fakta Banten, Muswil yang dihadiri oleh 6 DPD Kabupaten/Kota tersebut sempat berlangsung alot, karena perbedaan pandangan diantara peserta soal mekanisme pemilihan ketua. Namun pada akhirnya presidium dapat memimpin persidangan hingga selesai dan memutuskan Miftah Farid sebagai Ketua Formatur terpilih secara aklamasi.

“Saya kira ini hanya dinamika dalam organisasi, insya Allah semua akan baik-baik saja. Kalau ada orang yang tidak puas dalam berkompetisi, saya kira ini wajar. Saya memaklumi itu,” ungkap Farid usai acara kepada Fakta Banten, Sabtu (3/2/2018) malam.

Dinamika Muswil GEMA MA Banten kali ini memang cukup menarik hingga ujung acara, setelah presidium yang memimpin sidang di akhir Muswil ternyata hanya tersisa satu orang saat menetapkan Farid sebagai ketua. Sementara suara DPD Kabupaten/Kota yang hadir nampak bulat aklamasi untuk mendukung Farid memimpin GEMA MA kedepannya.

Sebelumnya di awal Muswil sempat mencuat nama dua kandidat yang akan bertarung, yakni Nasrullah dan Miftah Farid. Namun dalam situasi yang alot di akhir acara, Nasrullah melakukan walkout dari arena Muswil, hingga akhirnya Farid dipilih secara aklamasi.

“Saya hanya berharap ini tidak berkepanjangan. Sekarang mari kita merapatkan barisan lagi agar GEMA MA lebih baik lagi,” kata Mahasiswa Pasca Sarjana Untirta ini.

Farid menambahkan, yang harus difokuskan adalah bagaimana kembali membangun kiprah Mathla’ul Anwar, khususnya oleh generasi muda. MA harus kembali menjadi pusat pergerakan Banten seperti halnya NU di Jawa Timur dan Muhammadiyah di Yogyakarta.

“Yang jelas ke arah lebih baik. Lebih baik dalam arti GEMA MA harus meningkatkan kredibilitas dan kapabilitas organisasi. Karena kita tahu kalau di Jatim mereka punya NU, di Yogya ada Muhammadiyah, maka Banten punya MA yang menjadi motor penggerak organisasi lain,” ungkap Farid. (*/Angga)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *