Pembinaan OKP, Dispora Lebak Angkat Tema dengan Falsafah Sunda

LEBAK – Dalam rangka meningkatkan peran serta kepemudaan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lebak menggelar Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Lebak di gedung PGRI, Jl. Siliwangi Pasir Ona, Kecamatan Rangkasbitung, Kamis (7/12/2017).

Agenda pembinaan kali ini mengangkat tema spesial, karena menggunakan bahasa Sunda, yakni ‘Ka Cai Jadi Saleuwi Kadarat Jadi Salebak, Sarendeuk Saigel Sabobot Sapihanean, Ngabeungkeutkeun Hate Ngahiji Ngajadi Bukti’.

Uus Sutisna, Kepala Dispora Lebak mengatakan, tujuan agenda untuk memberikan materi-materi umum kepemudaan dan mengevaluasi kembali peran pemuda saat ini.

“Dengan waktu yang relatif singkat, ini bisa dimanfaatkan. Dan tidak perlu waktu lama karena pesertanya pemuda intelektual, yang terpenting sasarannya tercapai,” ucapnya.

Masih dikatakan Uus, diharapkan peran serta pemuda bisa memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Pemuda belum bisa menggambarkan persatuannya bersama masyarakat dan pemerintah, maka untuk itu dalam kegiatan pembinaan ini mengambil tema tersebut,” tegasnya.

Lanjut Uus, tema tersebut merupakan pribahasa lama yang saat ini hampir hilang. Karena dengan memahami makna itu pemuda bisa mempersatukan perbedaan bersama masyarakat dan pemerintah.

“Kegiatan pembinaan ini juga sebagai momentum bagi pemuda dan organisasi kepemudaan, karena saat ini pemerintah Kabupaten Lebak fokus untuk menjadikan pemuda aktif dan kreatif,” ujarnya.

Di sisi lain, Asda III Dede Lukman mewakili Bupati Lebak Iti Octavia Jayaba sekaligus membuka acara dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini adalah momentum penting bagi pemuda dalam menanggapi isu-isu strategis, karena generasi muda adalah sasaran utama penerus bangsa.

Dede juga berharap, pemuda menjadi komponen bangsa yang beraktualisasi sosial, budaya dan politik yang nantinya akan membawa organisasi kepemudaan sebagai sumber daya kesejahteraan.

“Kami berharap pemuda mampu mengawal perbedaan dalam persatuan, dan menjadi instrumen organisasi sebagai modal utama dalam pembangunan dengan mengambil peran penting sebagai organisasi kepemudaan,” kata Dede. (*/Sandi)