Pemprov Banten perbaiki 441 rumah akibat tsunami

BANTEN SERANG

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten akan menanggung perbaikan 441 rumah rusak berat dari jumlah total 1.530 rumah rusak berat dan ringan akibat terdampak tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan kepala derah terkait verifikasi dan validasi data rumah rusak akibat bencana tsunami.

Selain itu, Yanuar menyampaikan, pihaknya telah menghitung bantuan anggaran untuk membangun rumah rusak akibat bencana tsunami.

“Bupati Pandeglang juga minta dibantu rumah khusus yang rusak total. tergantung kementerian yang akan memberi bantuan. Menurut catatan melihat jumlah itu bisa terbantu semua,” katanya.

Data Posko terpadu Penanggulangan Bencana tsunami Banten mencatat, 1.530 rumah rusak akibat tsunami. Data tersebut meliputi Kecamatan Labuan sebanyak 350 rumah rusak ringan dan 262 rumah rusak berat. Kecamatan Carita sebanyak 5 rumah rusak ringan dan 77 rumah rusak berat.

Kecamatan Cigeulis sebanyak 9 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat. Kecamatan Panimbang sebanyak 39 rumah rusak ringan dan 49 rumah rusak sedang 24 rumah rusak berat.

Kecamatan Sukaresmi sebanyak 19 rumah rusak ringan dan 80 rumah rusak berat. Kecamatan Pagelaran sebanyak 14 rumah rusak ringan dan 6 rumah rusak berat. Kecamatan Cimanggu sebanyak 3 rumah rusak berat, dan Kecamatan Sumur sebanyak 23 rumah rusak ringan dan 238 rumah rusak berat.

Sementara Polres Lampung Selatan membuka posko pelayanan untuk melaporkan kehilangan administrasi atau surat-surat berharga pascaterjadinya tsunami di perairan pesisir Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

“Kami mendirikan posko untuk membantu masyarakat. Hal ini kita lakukan sebagai wujud melaksanakan pelayanan jemput bola,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Sulistyaningsih saat dihubungi melalui teleponnya, Selasa malam.

Polres Lampung Selatan baru membuka satu posko untuk pelayanan kehilangan surat-surat. Pos tersebut telah didirikan di daerah Way Muli Timur.

“Sambil kita lihat ke depannya, jika kira-kira perlu ditambah maka akan kita tambah. Sementara ini baru satu posko dan masyarakat lainnya ada yang datang langsung ke polres untuk melaporkan surat kehilangan,” kata dia.

Tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu malam 22 Desember 2018 menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran di Provinsi Lampung serta Kabupaten Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 31 Desember bencana itu sudah menyebabkan 437 orang meninggal dunia, 16 orang hilang, 14.059 orang terluka, dan 33.721 orang mengungsi. (*/alinea.id)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *