Pemuda Pancasila Cilegon Gelar Kontes Seni Mural dan Grafiti

CILEGON

CILEGON – Dalam rangka menampung kreativitas generasi muda, khususnya dalam bidang keterampilan seni mural dan grafiti, Majelis Perwakilan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Cilegon menggelar Grafitti and Mural Competition, yang dilaksanakan di halaman Gedung Cilegon Creative Center Batik Krakatoa, Minggu (13/5/2018).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Cilegon Geh Derebe Batik’ tersebut, sedikitnya diikuti oleh 16 peserta yang merupakan perwakilan pelajar dari beberapa sekolah yang ada di Kota Serang, Kabupaten Serang (Bojonegara, Anyer), Kota Cilegon dan Kota/Kabupaten Tangerang.

Ketua panitia kegiatan Aip Syafilloh mengatakan, agenda Grafitti and Mural Competition mempunyai pesan, bahwa batik bukan hanya dimiliki beberapa daerah di Jawa saja, akan tetapi, Kota Cilegon yang terkenal sebagai Kota Industri juga ternyata mempunyai batik khas yang bernama Batik Krakatoa.

“Batik Krakatoa didirikan oleh Bapak Helldy Agustian dan dikerjakan oleh orang Cilegon. Dan yang tertuang dalam Batik Krakatoa merupakan filosofi budaya dan seni yang ada di Banten, khususnya Kota Cilegon, seperti rampak bedug, bandrong lesung, dan lainnya,” jelas Aip di sela kegiatan.

Aip menambahkan, tema ‘Cilegon Geh Derebe Batik’ sengaja ditetapkan oleh panitia guna memberikan stimulus bagi para peserta agar lebih memperhatikan bahwa Cilegon juga bisa berkarya dalam membuat baju dan melukis batik.

“Lomba melukis mural menggunakan media cat tembok dan peralatan media lainnya. Setiap peserta bebas melukis dan mengekspresikan idenya sesuai tema yang diajukan. Beragam cara pun mereka lakukan saat mengekspresikan idenya itu. Ada yang didahului dengan pembuatan pola tapi tak sedikit juga ide tersebut langsung dituangkan dengan cat,” jelas Aip.

“Para peserta sendiri merupakan utusan perwakilan dari beberapa sekolah di Banten. Lomba melukis mural bersifat tim, bukan perorangan. Satu tim berkisar antara empat orang hingga enam orang,” terangnya.

Menurut Aip, selain memperebutkan juara 1, 2, dan 3, para pemenang lomba juga akan memperoleh penghargaan, baik dalam bentuk uang pembinaan maupun sertifikat dan piala, serta ada pula perebutan juara harapan 1 dan juara harapan 2.

Sementara itu, Helldy Agustian selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Cilegon mengatakan, lomba melukis grafiti dan mural ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat seni melukis bagi para pelajar dan pemuda, dan juga untuk memotivasi generasi muda, agar lebih kreatif lagi dan lebih semangat dalam berkarya.

“Kreativitas anak muda di Cilegon cukup bagus, terbukti dengan banyaknya kampung kreatif yang muncul seperti kampung lukis, kampung warna-warni dan lainnya. Di sini karena basic-nya batik kita ingin punya ciri khas pula dengan batik yang kami punya yaitu Batik Krakatoa,” ujar Helldy.

“Untuk para generasi muda, harus lebih kreatif lagi dalam berkarya, dan sudah bukan saatnya lagi cuma mejeng dan bergaya. Sebagai pemuda, kita harus punya karya,” ucapnya.

Helldy berharap, nantinya ada oleh-oleh kuliner khas Cilegon yang terpusat di Gedung Creative Center Batik Krakatoa, sehingga wisatawan luar daerah tidak kesulitan ketika mencari makanan khas Cilegon.

Untuk diketahui, Gedung Cilegon Creative Center Batik Krakatoa, berada di Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Selain dibangun sebagai pusat yang menampung kreativitas dari para pengrajin batik, tempat tersebut juga sengaja disiapkan untuk menampung berbagai macam kreativitas lainnya yang ada di Kota Cilegon dan rencananya juga akan dibangun menjadi pusat belanja oleh-oleh khas Cilegon yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan yang berkunjung ke Banten.

Ke depan, di sekitaran gedung ini juga tengah digagas untuk dibangun Gedung Museum yang menceritakan atau menggambarkan sejarah perjuangan Geger Cilegon 1888. (*/Asep-Tolet)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *