Pemukim Israel Serang Warga Palestina yang Pulang Shalat

YERUSALEM – Sekelompok pemukim Israel melukai empat warga Palestina di Kota Hebron pada Jumat malam saat mereka menggerebek lingkungan Wadi al-Hassin.

Seperti dilansir dari Middle East Monitor, Ahad (6/8), sumber Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, dua orang Palestina dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan, salah satunya menderita patah tulang lengan dan yang lainnya menderita cedera kepala.

Penduduk setempat mengatakan, pemukim Israel telah menyerang rumah-rumah Palestina di lingkungan tersebut. Beberapa warga telah melaporkan kejadian tersebut ke Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan polisi Israel.

Sumber lokal menambahkan pasukan Israel hadir saat penyerangan terjadi. Namun mereka tidak ikut bagian dalam penyerangan. Juru bicara polisi Israel belum memberi komentarnya terkait insiden ini. Seorang juru bicara ICRC mengaku akan menyelidiki laporan kejadian tersebut.

Media Israel Ynet melaporkan seorang Yahudi Israel dan dua orang Palestina telah terluka dalam insiden pelemparan batu antara pemukim Israel dan orang-orang Palestina di Hebron.

Orang-orang Israel dan Palestina dievakuasi dari tempat kejadian untuk menerima perawatan medis setelah tentara Israel memisahkan kedua belah pihak yang saling berseteru.

Namun kesaksian ini ditentang oleh warga setempat. Mereka menyebutkan, pihak berwenang Israel pada kenyataannya tidak melakukan apapun untuk mencegah serangan terhadap lingkungan Palestina.

Kelompok Solidaritas aktivis pro-Palestina merilis sebuah video insiden tersebut yang menunjukkan pemukim Israel melemparkan batu ke orang-orang Palestina dalam perjalanan mereka kembali dari sholat.

“Tentara gagal membubarkan pemukim, namun memilih untuk membubarkan orang-orang Palestina yang ada dengan granat setrum,” kata kelompok tersebut.

Kantor berita Shehab yang berbasis di Gaza juga merilis sebuah video tentang insiden tersebut. Dalam video juga ditunjukan pasukan Israel menembak granat setrum di lingkungan Palestina selama serangan tersebut.

Menurut dokumentasi PBB, ada 107 serangan yang dilaporkan terhadap warga Palestina dan propertinya di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, pada tahun 2016, dengan 77 serangan dilaporkan terjadi sejak awal 2017. (*)

 

 

Sumber: republika.co.id