Pergaulan di Kota-kota Ini Makin Bebas, Apakah Kita Akan atau Bahkan Sudah Menirunya?

BUDAYA HEADLINE KOMUNITAS OPINI PENDIDIKAN UTAMA

FAKTA BANTEN – Sudah selazimnya bagi pemerintah sebuah kota untuk melakukan upaya yang tidak semata hanya pada menjaga citra atau nama baik kotanya semata. Namun yang jauh lebih substansial dan merupakan kewajiban bagi pemerintah, adalah mengutamakan kebaikan berupa keamanan, ketertiban dan kenyamanan hidup bagi masyarakat yang tinggal di dalam kota tersebut.

Mulai dari memberi keteladanan sikap yang baik, mengajak masyarakat berperilaku baik, hingga membangun pusat-pusat keagamaan, atau bahkan melarang klub-klub malam yang memang dilarang oleh Agama yang dianut oleh masyarakat.

Belajar sejarah bukan berarti kita hanya untuk mengenang kembali peristiwa manis dan besar dalam romantisme sejarah

Adalah suatu kekhawatiran yang sangat perlu kita sadari bersama dan perhatikan dengan seksama, bahwa negara kita ini sejak merdeka dulu sampai saat ini masih terus mengadopsi sistem, cara, dan pola-pola dari luar diri kita khususnya dari dunia barat. Tanpa mengarifi untuk melanjutkan apa yang diwariskan oleh para leluhur kita sendiri.

Bahkan hampir disegala sendi-sendi kehidupan kita sudah mengadopsi cara-cara yang diambil dari luar diri kita. Bahkan dalam urusan kemajuan khususnya dalam teknologi dan ekonomi kita sudah berkiblat ke barat sebagai barometernya.

Dukun Beranak sebagai kearifan lokal di marginalkan dan dikampanyekan berbahaya dan menyuruh ke tempat bersalin yang biayanya kadang tidak menyesuaikan dengan kondisi ekonomi rakyat. Orang dulu yang katanya belum maju tapi berani punya anak banyak malah disuruh-suruh beranak dua (KB), suatu hal yang mencerminkan ketakutan akan kekurangan ekonomi meski mengaku zaman sudah maju. Namun ini hanya contoh kecil saja sub dari bidang kesehatan yang keilmuannya sudah memakai standard keilmuan dari barat. Bayangkan, sudah hampir di segala bidang kehidupan bernegara kita yang kebijakannya sudah meniru dari dunia barat khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan teknologi.

Bukan berarti penulis anti barat dan kemajuan, beberapa hal positif dari mereka boleh kita ambil dan sesuaikan. Tapi alangkah lebih baik jika secara esensi kita juga harus mengetahui prilaku negatif orang-orang di barat sana yang sangat bebas dan malah dibiarkan oleh pemerintahnya. dan hal inilah yang jangan sampai kita menirunya juga.

Kota-kota Bebas di Dunia

Ada beberapa kota di dunia yang dikutip dari berbagai sumber. Di kota ini pemerintahnya sudah melegalkan semua yang biasa dilarang oleh agama. Pelacuran, alkohol, judi, hingga seks sesama jenis dibiarkan di kota-kota ini. Tak heran, kota-kota ini dapat disebut kota penuh dosa. Apa saja?

  • Las Vegas, Amerika Serikat. Kota ini benar-benar dibangun di atas dosa manusia. Saat Anda turun dari pesawat di bandara, Anda sudah ditawarkan untuk berjudi.Panti pijat, klub malam, bahkan klub prostitusi dibebaskan di tempat ini seharian. Kasino dan perjudian menjadi daya tarik utama kota gemerlap ini. Tak heran, Las Vegas disebut sebagai salah satu kota penuh dosa.Tijuana, MexicoDi kota ini, alkohol diperbolehkan bagi remaja. Minuman beralkohol pun akhirnya dikonsumsi layaknya minum air putih.Prostitusi dilegalkan dan membuat tempat ini dipenuhi perempuan-perempuan yang menjual diri mereka.Tak hanya perempuan dewasa, perempuan remaja pun turut ambil bagian.
  • Macau, Cina. Perpaduan culture Cina dan Portugis bercampur di kota ini. Kemegahan berbagai festival unik dan minuman beralkohol mudah didapatkan di tempat ini.Perempuan hanyalah salah satu godaan di kota ini. Perempuan teman tidur bisa Anda dapatkan dengan bayaran yang pantas.Godaan terbesar dari Macau adalah kasino yang berserakan di sana. Bahkan terdapat kasino terbesar di dunia, The Venetian Macau untuk penggila judi.
  • New Orleans, Louisiana. Kota di Amerika Utara ini terkenal akan Madi Grasnya. Di sana, orang-orang tak perlu mengenakan pakaian. Semua orang tak malu untuk bertelanjang. Prostitusi ilegal di kota ini namun kenyataan berbicara berbeda. Anda tak perlu susah mencari teman tidur di tempat ini.
  • Moskow, Rusia. Satu kata yang membuat Moskow termasuk dalam daftar ini adalah pasar pelacur yang terdapat di kota tersebut. Belum lagi vodka yang dijual bebas di kota ini kerap membuat orang lupa daratan. Jangan heran kalau Anda berjalan-jalan di kota Moskow, Anda akan ditarik-tarik masuk ke dalam klub-klub yang berjejer di sana.
  • Rio de Janeiro, Brasil. Perempuan-perempuan Brasil terkenal akan kecantikannya. Daya magis mereka ditambah dengan pantai-pantai yang membolehkan Anda untuk topless membuat kota ini tepat termasuk salah satu kota penuh dosa. Rumah-rumah bordil pun berserakan di kota ini.Malam hari merupakan puncak perayaan pesta bagi kota ini.
  • Amsterdam, Belanda. Salah satu alasan yang membuat Belanda terkenal sebagai kota penuh dosa adalah seks yang begitu mudah didapatkan di tempat tersebut. Selain itu, Anda pun bisa secara legal membeli kue maupun brownies yang terbuat dari ganja. Jika Anda suka berbelanja, yang akan Anda dapatkan di jendela bukanlah barang-barang yang dijual, melainkan pelacur yang dipajang. Kota ini terkenal akan distrik Red Light-nya. Di distrik tersebut, Anda dapat menemukan pasangan seks secara mudah.
  • Berlin, Jerman. Kota ini secara terang-terangan melegalkan prostitusi. Pemerintahnya pun bersikap terbuka terhadap seks bebas, pertunjukkan cabaret, ataupun striptease. Bahkan untuk mendukung praktik tersebut, di Berlin telah berdiri institut pertama yang mempelajari studi seksual. Institut tersebut berdiri pada tahun 1900-an.Jika Anda tak pandai menjaga diri, bisa dipastikan uang Anda akan habis di klub-klub malam yang ada di kota ini. Dan konon Kota Berlin ini dijuluki ‘kota paling bebas Fetish di dunia’.

Kita sebagai manusia yang beragama dan sebagai orang timur yang dikenal tidak berprilaku bar-bar seperti diatas. Sudah semestinya untuk mawas diri, karena perubahan zaman di kota-kota yang merembes ke desa-desa kita sudah indikatif kearah tersebut.

Kedepan bisa jadi kita akan atau bahkan kini sudah menerima dan menirunya. Baik secara diam-diam maupun sembunyi-sembunyi. Dan jika kita terus larut oleh arus perubahan dari barat, bisa jadi kita akan mulai berani terang-terangan seperti mereka disana. Sedangkan kita disini, bukan disana.

Cobalah Kenali Pergaulan di Kota Kita

Meskipun sudah ada regulasi pemerintah akan larangan perbuatan-perbuatan sebagaimana di kota-kota tersebut diatas. Bila melihat realitasnya, seolah lemah dalam penegakannya. Karena semakin kesini prilaku atau pergaulan saat ini seperti yang penulis lihat dan amati langsung di banyak kota. Banyak kids zaman now yang semakin berani berbuat mesum di tempat-tempat terbuka bahkan di pinggir jalan, dan mereka bisa bebas membeli minuman keras dan meminumnya disembarang tempat dengan kemasan kamoeflase plastik kresek.
Dan yang masih membuat bingung adalah walaupun petugas sering merazia miras, tapi kenapa pabriknya tidak?

Meski APBD di suatu kota sudah mencapai triliunan rupiah, namun kiranya hanya sekian persen saja yang dianggarkan untuk pembangunan pengembangan atau pusat-pusat keagamaan yang bisa menjadikan masyarakat di kota tersebut menjadi baik. Dan sepertinya pemerintah di kota-kota lebih gemar membangun sarana-sarana infrastruktur yang bisa jadi masyarakat secara langsung kurang begitu membutuhkannya, entah karena takut dianggap tidak terlihat maju entah apa.

Tapi yang jelas dengan bekal anggaran serta kewenangannya, pemerintah di kota-kota seakan tak kunjung mampu menutup klub-klub malam yang justru merusak moral masyarakat. Apalagi membuat langkah preventif kepada generasi muda. Seperti menerapkan jam belajar bagi para pelajar pada waktu malam hari, dimana pemerintah kota, pihak sekolah dan para orang tua siswa membuat komitmen bersama terkait pengawasan pergaulan pada pelajar di kota tersebut.

Bagaimana dengan yang Anda lihat di kota Anda sendiri?

Menggali Jati Diri Dengan Mengenali Asal Usul

Ini mungkin hanya salah satu tawaran solusi dari penulis, dengan menjadikan diri memiliki karakter yang kuat. Agar tidak mudah terbawa arus zaman, hanyut dalam pergaulan bebas. Karakter sebagai pijakan pondasi hidup dengan mengenali sejarah, asal-usul, sangkan paran diri kita sebenarnya. Karena dengan mengetahui siapa diri kita, kita tidak akan mudah ikut-ikutan melakukan apa yang datang dari luar diri kita.

Ibaratnya, kalau jadi kambing supaya tidak mudah kepengen jadi ayam. Jadi kambing ya kambing saja diterima, karena kambing itu takdirnya mengembik, ayam itu berkokok. Dan dalam konteks tauhid, hal ini juga sangat fundamental. Kita ditakdirkan oleh Tuhan jadi orang Indonesia kok pengen jadi orang barat, cina, arab? Apa kita tidak mensyukuri takdir dari Tuhan dijadikan orang Indonesia, dilahirkan di tanah yang subur makmur dan kaya raya ini?

Maka, sudah sebaiknya kita tabayyuni apa-apa yang berasal dari luar diri, desa, kota, dan negara kita.
Kita kembali menjadi pribadi yang otentik denga berupaya menggali laku hidup nenek moyang kita di tanah kelahiran kita sendiri untuk mengenali siapa diri kita, dari mana dan akan kemana kita.

Dan cobalah berkreasi men- zamannow -kan zaman old untuk belajar berpikir, menganalisa, menimbang, memutuskan, maupun berdaulat. Belajar sejarah bukan berarti kita hanya untuk mengenang kembali peristiwa manis dan besar dalam romantisme sejarah, banyak sekali kebaikan-kebaikan yang bisa aplikasikan untuk terus dilestarikan dengan kembali diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Selain itu, melalui penelusuran sejarah, mungkin pula kita dapat mengakui keberadaan manusia di masa lampau yang cenderung membawa pengaruh baik seperti memperlakukan alam secara arif. Tidak sebagaimana perkembangan manusia sekarang dengan industrinya yang lebih cenderung banyak merusak alam. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *