Puluhan Santri Cilik di Lebak Antusias Ikuti Sanlat di Akhir Ramadhan

LEBAK PENDIDIKAN

LEBAK – Salah satu rutinitas Pesantren Kilat (Sanlat) yang identik di setiap bulan suci Ramadhan, seperti halnya di pondok pesantren Daarun Na’im yang masih melestarikan budaya Sanlat.

Pesantren yang berbasis cepat karena berlangsung pada saat bulan Ramadhan saja, dengan kegiatan yang lumayan padat setiap harinya, dari selesai sahur hingga ba’da tarawih.

Dengan kegiatan Sanlat di Ponpes Daarun Na’im yang dilaksanakan para santriawan/santriawati lebih padat dari kegiatan belajar mengajar sebagaimana pendidikan umum kebanyakan, dan lebih memfokuskan diri pada kegiatan yang selalu berbasis Islami.

Tentu saja kegiatan ini berorientasi meningkatkan sebuah ketaqwaan pada bulan suci Ramadhan. Maka program seperti ini dipandang sangat perlu serta akan terus dijaga keberlangsungannya, demi terbinanya insan yang akademis dan bernafaskan Islami.

“Kegiatan Pesantren Kilat kali ini turut diikuti sebanyak 30 santriawan dan 40 santriawati dan mereka diberikan pembelajaran tambahan dengan pola pembelajaran asyik tidak hanya monoton pada materi saja, dengan materi utamanya tentang keislaman dan karakter/ akhlakul karimah,” ujar salah seorang Dewan Guru, Ridwan, kepada Fakta Banten, Jumat (8/6/2018).

Ridwan melanjutkan, tujuan terlaksananya kegiatan ini ingin menanamkan pendidikan agama semenjak kecil, agar kelak sudah menjadi tumbuh besar dan dewasa ia sudah tidak kebingungan tentang mengarungi kerasnya bahtera kehidupan ini.

“Maka dari kami dari dewan guru masih tetap berkumpul di hari yang seharusnya libur karena tidak adanya lagi KBM. Namun dengan sepakat dan semangat kami akan terus berada dan mendedikasikan waktu 1 minggu untuk dapat berbagi ilmu yang dimiliki dan menyalurkannya di penghujung bulan suci Ramadhan pada para santri cilik ini,” terangnya.

“Semoga dedikasi dan pengorbanan yang kita lakukan secara bersamaan dapat memberikan hasil kemanfaatan di kemudian hari untuk keberlangsungan hidup kita kedepannya dan menjadikan para santri cilik ini sebagah khalifah di atas muka bumi ini dengan bersyariatkan Islam,” imbuhnya. (*/Eza-YF)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *