Resmi Dilantik, PDPM Kota Serang Dapat Tugas Bangunkan SDM di Setiap Kecamatan

SERANG

SERANG – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Serang menggelar pelantikan dan rapat kerja internal, Kamis (10/5/2018), bertempat di salah satu Wisma di Kota Serang.

Ketua PDPM Kota Serang terpilih periode 2018-2021, Feri Kurniawan mengatakan, pihaknya akan melakukan pembenahan dalam organisasi, sebab menurutnya dari enam Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) yang ada di Kota Serang, baru tiga PCPM yang terbentuk.

“Kedepan kita akan benahi dulu kepengurusan kita, mulai dari PCPM. Dari enam PCPM yang ada, kita baru ada tiga PCPM aktif,” ucapnya kepada awak media.

“Setelah itu, kita ekspansi dakwah ke luar, dakwah kita dakwah intelektual, tidak harus ceramah kemana-mana, tapi kita dengan berbuat,” imbuhnya.

Ia pun menjelaskan, di tahun politik ini yang rentan terjadi berbagai konflik yang diakibatkan oleh beberapa hal, mulai dari isu sara, politik uang dan lainnya, pihaknya diharapkan menjadi bagian yang terbaik di tengah-tengah masyarakat.

“Kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelajaran bahwa demokrasi tidak harus bersebelahan atau perbedaan tidak harus menjadi perpecahan tapi harus bersatu, karena memilih pemimpin bagian dari anjuran agama,” terangnya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Banten, Suparta Kurniawan menyampaikan bahwa pelantikan PDPM Kota Serang tersebut merupakan satu proses regenerasi untuk menyegarkan arah gerak pemuda Muhammadiyah untuk jadi lebih baik dan lebih bagus lagi.

“Ini jadi kontruksi gerakan pemuda Muhammadiyah Kota Serang. Dan terkait persoalan sosial, hukum dan politiknya akan diformulasikan dalam forum raker. Ini seremonial, nanti substansinya di raker,” katanya.

Diharapkan Suparta, PDPM Kota Serang bisa membangun infrastruktur SDM-nya ke tingkat Kecamatan.

“Kita baru ada tiga (PCPM), mudah-mudahan dua bulan kedepan sudah dilaksanakan,” pintanya.

Lebih lanjut, Suparta menjelaskan arah gerakan dakwah pemuda Muhammadiyah dalam segi dakwah lebih kepada amar ma’ruf nahi munkar di semua sisi.

“Semisal, kita adakan seminar pemberdayaan keagamaan ke masyarakat melalui pengajian-pengajian,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa pemuda Muhammadiyah memiliki pandangan berbeda dalam menyikapi segala kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Kita berbeda, dalam pengertian tidak harus mengkritik dengan turun ke jalan, tapi kita berikan kritik konstruktif di forum-forum khusus seperti seminar,” terangnya.

Terakhir, Ketua PWPM Banten itu pun meminta kepada seluruh pemuda Muhammadiyah di Banten untuk tetap berdiri pada porosnya.

“Kita akan dukung pemerintah apabila kebijakannya sesuai dengan keinginan masyarakat, tapi jika tidak? Kita akan kritisi dengan cara kita itu,” tandasnya. (*/Ndol)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *