Reuni Komunitas Musik Underground Rangkasbitung, Kreativitas Hingga Bakti Sosial

KOMUNITAS LEBAK

LEBAK – Para penikmat dan juga musisi genre Bawah Tanah (Underground) dilihat dari segi penampilan mungkin memang terkesan brutal dan urakan. Akan tetapi ternyata mereka-mereka juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mengedepankan silaturahmi serta persaudaraan.

Seperti tercermin dalam acara yang digelar pada Minggu (9/7/2017) ini. Komunitas Musik Genre Underground yang menamakan dirinya Rangkasbitung GIGS, menggelar acara reuni sekaligus pentas kreativitas para grup band dan anggota dari komunitas tersebut

Panitia penyelenggara acara reuni Rangkasbitung GIGS, Toni mengatakan, tujuan dari acara silaturahmi ini sebetulnya hanya ingin mempererat hubungan musik Under Ground dengan aliran musik lainnya, seperti Punk, Hardcore, Black Metal, Grind Core, Trash Metal serta Deat Metal. Hal ini penting agar satu sama lain tidak saling berselisih paham.

“Kalau jaman dulu antara aliran punk, hard core dan metal biasanya selalu bentrok, tapi dengan adanya Komunitas GIGS ini mereka bisa saling menikmati musik aliran lainnya dengan fogo bersama,” kata Toni, saat ditemui di Studio Zenit depan Pertokoan Rabinsa, Lebak.

Para musisi dari Komunitas GIGS Rangkasbitung / Dok Indra Lugay

Sebelum acara puncak hari ini, silaturahmi dan kebersamaan sudah mulai dijalin sejak bulan suci Ramadhan melalui kegiatan bakti sosial yakni takjil, makanan serta baju bekas yang masih layak pakai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Selama di bulan puasa kami menggelar bakti sosial, termasuk pembagian takjil yang digelar di depan Museum Multatuli Kabupaten Lebak pada tanggal 18 Juni yang lalu, dan anggarannya pun bersifat kolektif swadaya dari para peserta,” jelas Toni.

Adapun kegiatan komunitas ini mampu berjalan lancar, karena banyak dukungan mengalir dari berbagai kalangan.

“Adapun dorongan bantuan dari donasi seperti aspirasi MH.JB dan ada beberapa yang kami tidak bisa sebutkan dengan alasan minta di privasi, artinya para donatur selalu mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Sambung Tino, dengan persatuan yang kuat akhirnya acara puncak yang dilaksanakan Minggu (9/7/2017) berjalan sukses, aman dan kondusif, yang digelar tepatnya di kantor EX PU Kabupaten Lebak, depan SMPN 1 Rangkasbitung.

Sementara dikatakan Ellen, vokalis Band Tortoisex, mengaku berterimakasih kepada 15 band yang ikut berpartisipasi dalam acara Reunian Of Equality kali ini.

Ada beberapa rangkaian acara pada kali ini, seperti Baksos, membuat kerajinan sablon baju di tempat, dan menunjukan keahlian di bidang karya kerajinan tangan lainnya serta acara pentas musik dari masing-masing band.

Adapun nama-nama band yang berpatisipasi diantaranya Tortoisek, Absurd, Gambreng, Accursed, Sulfuricacid, Nujum, Forgiveness, Idiotsex, The Civileze, The Runingman, Susahdicari, Kasarad, The Koen dan Terkapa HC.

“Saya berharap kedepannya musik aliran kami bisa diterima oleh masyarakat serta di dukung oleh Pemkab Lebak, guna bisa mengembangkan hobi sekaligus memberdayakan komunitas kami, dan kami pun berencana akan membuat recording album untuk satu keping CD dari semua band komunitas kami,” Ellen berharap. (*)

Penulis: Indra Lugay

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *