Rumahnya Nyaris Ambruk, Janda Buruh Cuci di Cilegon Ini Tak Pernah Tersentuh Bantuan

CILEGON EKONOMI HEADLINE
RTLH milik Ibu Eliya di Kelurahan Gerem, Kota Cilegon / Dok

CILEGON – Meski pembangunan di Kota Cilegon berjalan begitu pesatnya, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun kalangan industri berupa sarana infrastruktur, pusat perbelanjaan hingga pabrik-pabrik raksasa. Namun mirisnya, ternyata masih banyak warga kurang mampu di kota industri ini yang belum tersentuh program pemerintah maupun Coorporate Social Responsiblity (CSR) dari industri.

Seperti yang dialami oleh Ibu Eliya, yang berada di Lingkungan Cupas Wetan, RT 01/07 Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Sejak ditinggal almarhum suaminya, kehidupan janda tua beranak tiga yang masih kecil-kecil ini sungguh memprihatinkan.

Dari pantauan langsung faktabanten.co.id, tampak kondisi rumah yang dihuninya bersama ketiga anaknya itu sudah banyak yang rusak dan atap dapur rumah sudah roboh karena lapuk. Dan entah kenapa, hingga sekarang keluarga Ibu Eliya mengaku belum pernah mendapatkan bantuan, baik dari pemerintah maupun industri yang banyak terdapat di wilayah tempat tinggalnya.

“Dari dulu saya belum pernah dapat bantuan apapun dari Pemerintah (Kota Cilegon), apa lagi untuk program bedah rumah, saya mah tidak pernah dapat mas,” kata Ibu Eliya, saat ditemui di kediamannya Sabtu (2/5/2018) sore.

Lebih lanjut, Ibu Eliya menceritakan kondisi dirinya dan ketiga anaknya, yang sering dibayangi rasa ketakutan rumahnya bisa kembali ambruk secara tiba-tiba. Terlebih ketika turun hujan yang disertai angin kencang datang.

“Kalau hujan datang apalagi anginnya kencang saya mah takut sendiri kalau di dalam rumah. Khawatir sama anak-anak. Iya pada takut, itu atap rumah yang sudah lapuk pada bocor, seperti di dapur itu sudah roboh,” ungkapnya.

Diketahui, Eliya yang sudah sekian lama menjanda ini menjadi tulang punggung untuk menghidupi ketiga anaknya dengan cara bekerja menjadi buruh cuci di salah satu perumahan yang berada di wilayah Grogol.

“Sehari hari saya kuli nyuci di rumah orang, cuma dapat gaji Rp500 ribu, itu pun buat makan sehari hari selama satu bulan,” terangnya.

Bagian dapur rumah Ibu Eliya yang telah ambruk / Dok

Hal tersebut dibenarkan oleh Sarba’i, warga setempat. Menurutnya, kehidupan warga yang menghuni Rumah Tidak Layak Huni (Rulitahu) tersebut sangat memprihatinkan, karena selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon.

“Miris kang, sudah 19 tahun Cilegon tapi masih ada warganya yang menempati rumah tidak layak huni dan tidak mendapatkan bantuan apapun,” bebernya.

Sementara itu, Ketua RT 01/07, Lingkungan Cupas Wetan, Marzuki mengatakan, dirinya sudah sering mengajukan usulan kepada pihak Kelurahan Gerem, terutama melalui Musrenbangkel.

“Kita sudah pernah mengajukan kepada pihak Kelurahan Gerem, bahkan sudah sering saya ajukan pada saat Musrenbangkel agar segera mendapatkan bantuan, tapi sampai sekarang belum pernah diberikan bantuan apapun dari pihak kelurahan,” tegasnya.

Selaku Ketua RT, pihaknya berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kota Cilegon, maupun kalangan industri untuk bisa segera memberikan bantuan terhadap warganya tersebut.

“Saya berharap pada Pemerintah Kota Cilegon dan pihak industri yang banyak di Gerem ini supaya peduli dengan memberikan bantuan kepada Ibu Eliya, karena memang sangat layak untuk dibantu,” tandasnya. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *