Sedang Asik Bermain Remi, 15 Siswa “Diciduk” Satpol PP Pandeglang

PANDEGKANG – Sebanyak 15 orang siswa yang berasal dari berbagai sekolah tingkat menengah atas (SMA atau Sederajat) yang ada di kabupaten Pandeglang “tercidyuk” atau tertangkap oleh satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang yang sedang melakukan razia. Karena kedapatan sedang keluyuran di waktu jam pelajaran, bahkan diantaranya sedang asik bermain judi.

Ke 15 orang siswa tersebut berasal dari sekolah SMK 2 Pandeglang, SMK 1 Pandeglang, SMK 8 Pandeglang, MTs I Negeri Model, SMK 7 Pandeglang, Tercidyuk di kampung Ciherang Kelurahan Pandeglang Kecamatan Pandeglang, Rabu (10/1/2018).

Kasi Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Pandeglang, Agus Mulyana mengatakan, saat razia pelajar itu anggotanya menemukan beberapa pelajar sedang asik main judi Remi di gang rumah warga. Mengetahui ada razia, pelajar tersebut berhasil melarikan diri dan anggotanya hanya mengamankan barang bukti berupa kartu remi.

“Yang parahnya saat ditangkap mereka lagi judi (main Remi), terlepas itu pakai uang atau tidak tapi kami amankan barang bukti berupa kartu remi. Yang main Remi pada kabur saat melihat anggota kami, kenapa tidak di kejar sama anggota, alasannya kami takut saat di kejar malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti takut tertabrak kendaraan,” bebernya.

Diakui Agus, saat ditanya alasan para siswa itu bolos sekolah, karena mereka kesiangan dan tidak berani masuk sekolah sehingga memilih nongkrong bersama kawannya.

“Saat saya tanya katanya mereka kesiangan jadi mau masuk ke sekolah takut sama gurunya jadi mereka malah nongkrong,” ucapnya.

Agus mengimbau, pihak sekolah dan orangtua murid jangan saling menyalahkan dan mencari pembenaran masing-masing, karena tugas mendidik anak itu harus harus bersama-sama.

“Kita menghimbau jangan sampai guru menyalahkan kepada orangtuanya dan orangtuanya menyalahkan kepada gurunya, inikan waktunya belajar pak jadi tugas gurunya jadi jangan sampai seperti itu,” ujarnya.

Ke 15 Siswa sekolah tersebut langsung dibawa ke markas Satpol-PP, selanjutnya diberikan pembinaan agar tidak mengulanginya lagi, meski begitu ada juga beberapa siswa yang langsung diserahkan kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan.

Sementara itu, Salah seorang Orang tua Siwa Tursinah mengaku kaget mendengar anaknya terkena razia yang dilakukan Satpol PP, selama ini ia mengetahui kalau anaknya berprilaku baik, selain itu saat pagi anaknya ijin untuk pergi ke sekolah.

“Saya kaget dengar anak saya ada di kantor satpol PP, padahal tadi pagi bilangnya mau sekolah, jujur pak saya kecewa sama anak saya tapi saya yakin dia cuman ikut-ikutan temannya saja,” terangnya. (*/Gatot)