Selain Dugaan Penggelembungan Lahan, Distan Pandeglang Jadi Pembisnis Benih Kedelai

PANDEGLANG

PANDEGLANG – Selain adanya dugaan penggelembungan lahan pada program kedelai, di Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang. Dinas tersebut juga telah melakukan penjualan atau bisnis benih kedelai untuk para kelompok tani dalam program tersebut. Soalnya para kelompok disarankan untuk belanja benih kepada Distan Pandeglang.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun, bahwa benih kedelai untuk para kelompok tani telah disediakan oleh Distan Pandeglang, dengan harga jual sebesar Rp 13 500 per kilo gram.
Selain benih kedelain, semua kebutuhan tanam kedelai juga dilakukan oleh pihak dinas.

Salah seorang ketua kelompok tani Sinar Bukit 2 Desa Sindanglaut, Kecamatan Carita, Sartai mengatakan, kalau untuk pembelian benih kedelai itu telah disediakan oleh pihak dinas seharga Rp 13 500 per Kg. Selain itu, kebutuhan untuk penanaman kedelai yang lain juga dari dinas.

“Memang dana bantuan masuk kerekening kelompok, tapi setelah uangnya diambil dari rekening, langsung dibelanjakan benih dan kebutuhan lainnya ke dinas. Karena pihak dinas yang menyediakan,” ungka Sartai melalui sambungan telepon, Rabu (10/1/18)

Katanya, kalau kelompok hanya mengambil uangnya saja dari rekening, setelah itu dibelanjakan barang lagi semuanya kedinas. Bahkan kata dia, untuk biaya tanam dan garap lahanpun tidak ada. Sehingga, pihaknya kesulitan untuk membiayai proses tanam kedelai tersebut.

“Tidak ada biaya tanam, karena uang bantuan kedelai telah dibelanjakan benih dan obat-obatannya semua ke dinas. Jadi untuk biaya tanam, kami harus mengeluarkan dana sendiri,” katanya

Saat ditanya, seberapa hektar kedelai yang sudah ditanamnya saat ini. Dirinya mengaku, ada sekitar 3 hektar yang sudah dilakukan penanaman.

“Penanaman kedelai terhambat dengan biaya, karena kami tidak punya anggaran untuk tanam,” tuturnya

Menanggapi hal itu, Sekjen GPS Banten, Torik Azis kembali angkat bicara, pihaknya menilai bahwa program kedelai tersebut diduga dijadikan ajang kepentingan segelintir oknum tertentu dalam meraup keuntungan. Sebab ia menduga, selain ada penggelembungan pengajuan lahan, pihak dinas juga menjadi pembisnis benih kedelai tersebut.

“Saya minta Pemda Pandeglang dan penegak hukum, meninjau program kedelai 2017 oleh Distan Pandeglang. Sebab kami menduga, ada ketidak sesuaian dalam program itu,” pintanya

Padahal kata dia, program itu harusnya dikelola langsung oleh kelompok. Baik itu belanja benih dan sebagainya dilakukan oleh kelompok, bukan berarti harus diarahkan untuk belanja benih dan kebutuhan lain ke dinas.

“Kami menilai dinas sudah melakukan bisni benih dalam program kedelai itu. Karena dinas telah menyediakan benih dan bahan lainnya dalam program kedelai ini, supaya semua kelompok belanja benihnya ke Distan Pandeglang,” ujarnya. (*/Achuy)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *