Selain Pangkalan Nelayan, Tanjung Peni Jadi Tempat Pelesiran Wisatawan Lokal

CILEGON HEADLINE

CILEGON – Pesisir Pantai Tanjung Peni di Kota Cilegon, selain menjadi salah satu Pangkalan Nelayan yang tersisa di kota industri tersebut. Ternyata keberadaannya menjadi tempat pelesiran gratis bagi wisatawan lokal Cilegon pada setiap akhir pekan dan pada hari-hari libur umunya.

Meski tak seramai pantai di kawasan Anyer, namun bagi wisatawan lokal pantai Tanjung Peni memiliki nilai-nilai historis yang mendalam. Karena sebelum masuknya PT.KS membebaskan lahan yang disebut dengan istilah ‘Bedol Desa’ di Cilegon, kawasan pesisir itu merupakan pemukiman penduduk yang terdiri dari puluhan Kampung.

“Katanya sih dulu kakek saya tinggalnya disini, terus disuruh pindah sama pemerintah untuk dibangun pabrik baja. Jadi ini bukan sekedar pelesiran hiburan biasa, saya ingin mengenang kampung halaman orangtua dan buyut saya yang dulu katanya usahanya nelayan di (Tanjung Peni) sini,” ungkap Safrudin, wisatawan asal Citangil, kepada faktabanten.co.id Sabtu (6/10/2018).

Hal tersebut dibenarkan oleh Tokoh Masyarakat Warnasari, Bustomi. Menurutnya, kehadiran wisatawan yang datang juga bisa membantu ekonomi warga Kampung Nelayan yang (membuka warung) berjualan.

“Disini bukan Kampung bagi nelayan saja, kalau hari libur Sabtu-Minggu ramai orang pelesiran kesini. Apalagi kalau habis lebaran, banyak yang ngebak (mandi). Kebanyakan orang Cilegon ada juga sih yang ngakunya dari Serang,” tuturnya.

Namun, seiring dengan adanya rencana akan digusur atau dilakukan optimalisasi lahan oleh PT. Krakatau Steel sehubungan dangan adanya sosialisasi yang tertuang dalam Surat bernomor: KT.00.01/131/X/2018, di kawasan Tanjung Peni, Bustomi meminta kepada jajaran Direksi PT. KS untuk mengurungkan kebijakan yang tidak pro rakyat tersebut.

“Sampaikan sama Direksi KS, kami masyarakat nelayan menolak upaya penggusuran Tanjung Peni ini, biarkan ini menjadi entitas bagi para nelayan untuk mencari nafkah. Dan untuk pemerintah dan wakil rakayat, kami harap bisa mendukung untuk melestarikan Kampung Nelayan Tanjung Peni ini,” harapnya. (*/Ilung)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *